GLOBALISASI BIDANG POLITIK DAN DAMPAKNYA TERHADAP
KEHIDUPAN BERNEGARA
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah “Persperktif Global” yang
dibina oleh Bapak Prof. Dr. M. Sulthon, M.Pd dan Bu Zetti Finali S.Pd, M.Pd
Disusun Oleh :
Nurliana Mawaddah (150210204015)
Shindu Aulia Prahastantika (150210204041)
Favorita Nuril Umami (150210204054)
FAKULTAS KEGURUAN DAN
ILMU PENDIDIKAN
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH
DASAR
UNIVERSITAS NEGERI JEMBER
2015
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Globalisasi adalah
suatu proses di mana antar individu, antar kelompok, dan antar negara saling
berinteraksi, bergantung, terkait, dan memengaruhi satu sama lain yang
melintasi batas Negara.
Globalisasi menyentuh
seluruh aspek penting kehidupan. Misalnya dalam aspek politik, sosial, ekonomi,
dan hankam. Globalisasi menimbulkan berbagai tantangan dan permasalahan baru
yang harus dijawab dan dipecahkan dalam upaya memanfaatkan globalisasi untuk
kepentingan kehidupan.
Pengaruh globalisasi politik menimbulkan begitu banyak
kepentingan yang tidak lagi bisa dipenuhi kecuali melalui peran kekuatan global
atau melibatkan unsur suprastate.
1.2 Rumusan
Masalah
1. Apa
yang dimaksud globalisasi politik?
2. Bagaimana
dampak globalisasi politik dalam terhadap kehidupan bernegara?
1.3 Tujuan
dan Manfaat
1. Untuk
mengetahui tentang apa yang dimaksud globalisasi politik
2. Untuk
mengetahui dampak globalisasi politik dalam kehidupan bernegaraga
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Globalisasi
Kata
"globalisasi" diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal.
Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekadar definisi kerja
(working definition), sehingga tergantung dari sisi mana orang
melihatnya. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial, atau
proses sejarah,
atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia
makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru dengan
menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi
dan budaya
masyarakat.
Terkait
dengan kehidupan berbangsa dan bernegara, makna globalisasi memilikidimensi luas dan kompleks yaitu bagaimana suatu
negara yang memilikibatas-batas teritorial dan kedaulatan tidak akan berdaya
untuk menepis penerobosan informasi, komunikasi dan transportasi yang dilakukan
oleh masyarakat di luar perbatasan. Globalisasi adalah suatu proses di mana
antarindividu, antarkelompok, dan antarnegara saling berinteraksi, bergantung,
terkait, dan memengaruhi satu sama lain yang melintasi batas Negara.
Para
ahli juga telah mengungkapkan gagasan mereka berkaitan dengan konsep
globalisasi, diantaranya adalah sebagai berikut :
a.
John
Huckle, globalisasi adalah suatu proses dengan mana
kejadian, keputusan, dan kegiatan adalah
satu bagian dunia menjadi suatu konsekuensi yang signifikan bagi individu dan
masyarakat di daerah jauh.
b.
Marthin
Albrow, globalisasi
adalah keseluruhan proses dimana manusia di bumi ini terinkorforasi (tergabung)
ke dalam masyarakat dunia tinggal, masyarakat global.
c.
Selo
Soemarjan, globalisasi
adalah terbentuknya suatu sistem organisasi dan komunikasi antar masyarakat di
seluruh dunia untuk mengikuti sistem
dan kaidah-kaidah yang sama. Jadi Globalisasi
merupakan kecenderungan masyarakat di kota-kota
untuk menyatu dengan dunia, terutama di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, pariwisata dan komunikasi.
d.
Emmanuel Richter,
globalisasi adalah jaringan kerjasama global yang secara bersamaan menyatukan
masyarakat yang sebelumnya terpencar-pencar dan terisolasi dalam planet ini ke
dalam ketergantungan yang saling menguntungkan dan persatuan dunia.
e.
Robert Cox, karakteristik globalisasi adalah kecenderungan menyatunya internasionalisasi
produksi, pembagian kerja internasional yang baru, perpindahan penduduk dari
selatan ke utara lingkungan
kompetitif baru yang mempercepat proses
itu dan internasionalisasi negara, membuat negara sebagai agen globalisasi baru.
2.2 Pengertian Globalisasi Politik
Sebelum kita membahas lebih jauh tentang globalisasi polotik, terlebih
dahulu kita harus mengetahui apa sebenarnya yang dimaksud dengan ilmu politik
itu.
Menurut Roger F.Soltau dalam Introduction to Politics (Miriam Budiardjo:
1991:9): ilmu politik mempelajari negara, tujuan-tujuan negara dan
lembaga-lembaga yang akan melaksanakan tujuan-tujuan itu; hubungan antar negara
dan warga negaranya serta dengan negara-negara lain.
Globalisasi
politik adalah proses masuknya suatu pola atau nilai-nilai yang diterima secara
menyeluruh,
karena
membawa pembaharuan dan menguntungkan di bidang politik,seperti kerja
sama-kerja sama politik antar Negara dengan membentuk suatu organisasi internasional.
globalisasi politik disebut juga global
governance.
Globalisasi berperanan
penting bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia karena mampu membantu
masyarakat dalam upaya mencapai kesejahteraan hidupnya. Peranan globalisasi
dapat dilihat dari bidang Politik.
Dengan globalisasi Indonesia dapat dengan
mudah melakukan komunikasi dan koordinasi antara daerah atau antara pemerintah
dengan masyarakat di berbagai daerah. Berbagai kebijakan pemerintah dapat
segera sampai kepada masyarakat dan rakyat dapat memberikan atau menyampaikan
berbagai tanggapan dan aspirasi terhadap kebijakan tersebut. Hal ini berarti
mendorong timbulnya pemerintahan demokrasi yang transparan, bersih, dan berwibawa.
Dengan globalisasi berbagai kebijakan hukum dan penegakan HAM dapat diakses
masyarakat luas dan dunia internasional. Hal ini sekaligus merupakan alat
kontrol atau pengawasan dalam penegakkan HAM.
Dampak Globalisasi Terhadap Perkembangan Politik
Indonesia
1.
Dampak
Positif
a. Meningkatnya
peranan
Indonesia dalam hubungan Internasional dalam menciptakan perdamaian dunia,
serta pulihnya citra Indonesia dan kepercayaan masyarakat Internasional,
mendorong terciptanya tatanan dan kerja sama ekonomi regional dan Internasional
yang lebih baik dalam mendukung pembangunan Nasional merupakan sasaran dalam
hubungan Internasional di era globalisasi bagi negara Indonesia.
b. Arah kebijakan dalam pemantapan Politik
Luar Negeri dan peningkatan kerja sama Internasional dijabarkan dalam
program-program pembangunan.
c. Pemerintahan dijalankan secara
terbuka dan demokratis. Karena pemerintahan adalah bagian dari suatu negara,
jika pemerintahan dijalankan secara jujur, bersih dan dinamis tentunya akan
mendapat tanggapan positif dari rakyat. Tanggapan positif tersebut berupa rasa
nasionalisme terhadap negara menjadi meningkat.
d. Program pemantapan
Politik Luar Negeri dan optimalisasi Diplomasi Indonesia. Bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kinerja
politik luar negeri dalam memberikan kontribusi bagi proses demokralisasi,
stabilitas politik, dan persatuan Nasional dan lebih memperkuat kinerja
Diplomasi Indonesia.
e. Program peningkatan
kerja sama Internasional. Bertujuan untuk memanfaatkan secara lebih optimal
yang ada pada forum-forum kerja sama Internasional terutama melalui kerja sama
ASEAN, APEC, dan kerja sama multilateral lainnya dan antara negara-negara yang
memiliki kepentingan yang sejalan dengan Indonesia.
f. Program penegasan komitmen
perdamaian dunia. Bertujuan untuk menegaskan komitmen Indonesia
terhadap perlakuan dan perumusan aturan-aturan serta hokum Internasional,
mempertahankan pentingnya prinsip-prinsip multilateralisme dalam hubungan
Internasional derta menentang unilateralisme, agresi, dan penggunaan
segalabentuk kekerasan dalam menyelesaikan permasalahan Internasional.
Contoh
Hubungan Kerja Sama Politik Indonesia dengan Luar Negeri
Ø Kerja sama
Indonesia – Australia
Pemerintah
Australia dan Indonesia hari Senin menandatangani proyek kerjasama untuk
mencegah masalah perdagangan manusia di kawasan Asia Tenggara. Proyek
ini menitikberatkan pemberian bantuan pada aparat hukum Indonesia dalam menangani
kejahatan perdagangan manusia.
Ø Kerja sama Indonesia
– Thailand
Pemerintah
Indonesia dan Thailand sepakat meningkatkan kerja sama di bidang pertanian,
terutama alih teknologi informasi dan teknologi, perdagangan, pelatihan, teknik
dan penelitian dalam bidang pertanian.
Ø Kerjasama
Indonesia – Malaysia
Indonesia
dan Malaysia memandang perlunya peningkatan kerjasama di bidang perdagangan,
investasi dan energi, termasuk kerjasama sub regional melibatkan kerjasama
dalam kerangka segitiga pertumbuhan Indonesia-Malaysia-Singapura dan
Indonesia-Malaysia-Thailand (IMS dan IMT-GT).
Di masa datang,
kerjasama bidang perdagangan, investasi dan energi diharapkan bisa lebih
berkembang lagi sekaligus meningkatkan perekonomian kedua negara serta membuka
lapangan kerja yang memang dibutuhkan untuk mengurangi pengangguran yang terus
meningkat dewasa ini.
Ø Kerjasama
Militer Indonesia-Amerika Serikat
Beberapa
waktu yang lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, saat menerima kunjungan
Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Donald Rumsfeld, meminta dan berharap agar
normalisasi hubungan militer Indonesia-AS yang sudah berjalan penuh dapat
berlangsung permanen.
Harapan
ini bisa dipahami mengingat, pertama, hubungan kerja sama bidang pertahanan
kedua negara memang dinamis. Kecenderungan ini bisa dilihat dari pengalaman,
saat Presiden Soekarno menyatakan perang dengan Belanda untuk pembebasan Irian
Barat, AS tidak memenuhi permintaan Indonesia. Penolakan ini disebabkan sikap
politik AS lebih berpihak ke Belanda sebagai bagian dari NATO.
Bagi
Indonesia, sebagai Negara yang juga terlibat dalam hubungan antar Negara,
hubungan internasional memiliki arti penting tersendiri. Arti penting hubungan
internasional bagi Indonesia antara lain karena lingkup hubungannya mencakup
semua interaksi yang berlangsung lintas batas negara. Dalam konsep baru
hubungan internasional, berbagai organisasi internasional, perusahaan,
organisasi nirlaba, bahkan perorangan bisa menjadi aktor yang berperan penting
dalam politik internasional. Sehingga jelaslah hubungan internasional sangat
penting bagi Indonesia.
2.
Dampak
Negatif
a. Globalisasi
mampu meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa liberalisme dapat membawa kemajuan
dan kemakmuran. Sehingga tidak menutup kemungkinan berubah arah dari ideologi
Pancasila ke ideologi liberalisme. Jika hal tesebut terjadi akibatnya rasa
nasionalisme bangsa akan hilang.
b. Negara-negara yang
kuat ekonominya akan bersekongkol dalam rangka mencari keuntungan
sebesar-besarnya. hal ini seringkali merugikan negara-negara miskin yang ketahanan
ekonominya lemah.
Penyebaran nilai-nilai politik barat
baik secara langsung atau tidak langsung dalam seperti dalam bentuk unjuk rasa,
demonstrasi yang semakin berani dan terkadang ”mengabaikan kepentingan umum”
dengan cara membuat kerusuhan dan anarkis. Semakin lunturnya nilai-nilai
politik yang berdasarkan semangat kekeluargaan, masyarakat mufakat dan gotong
royong. Semakin menguatnya nilai-nilai politik berdasarkan semangat individual,
kelompok, oposisi, rofessi mayoritas atau tirani minoritas.
Upaya-upaya untuk Mengatasi Dampak
Negatif Globalisai Politik
Upaya yang
dilakukan untuk mengatasai dampak dari globalisai politik dilakukan dengan menerapkan
beberapa kebijakan dalam bidang politik yaitu :
• Menegaskan arah politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan berorientasi pada kepentingan nasional, menitikberatkan pada solidaritas antar negara berkembang mendukung perjuangan kemerdekaan bangsa-bangsa, menolak penjajahan dalam segala bentuk, serta kerja sama internasional bagi kesejahteraan rakyat.
• Meningkatkan kesiapan Indonesia dalam segala bidang untuk menghadapi perdagangan bebas, terutama dalam menyongsong pemberlakuan AFTA, AFEC dan WTO.
• Memperkuat kelembagaan, sumber daya manusia, sarana dan prasarana penerangan khususnya di luar negeri dalam rangka memperjuangkan kepentingan Nasional di Forum Internasional.
Bidang Agama
Kebijakan bidang Agama dalam upaya menghadapi tantangan globalisasi disebutkan sebagai berikut :
• Meningkatkan kualitas pendidikan agama melalui penyempurnaan sistem pendidikan agama, sehingga lebih terpadu dan integral dengan sistem pendidikan nasional dengan didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai.
• Meningkatkan peran dan fungsi lembaga-lembaga keagamaan dalam ikut mengatasi dampak perubahan yang terjadi dalam semua aspek kehidupan untuk memperkokoh jati diri dan kepribadian bangsa, serta memperkuat kerukunan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
• Menegaskan arah politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan berorientasi pada kepentingan nasional, menitikberatkan pada solidaritas antar negara berkembang mendukung perjuangan kemerdekaan bangsa-bangsa, menolak penjajahan dalam segala bentuk, serta kerja sama internasional bagi kesejahteraan rakyat.
• Meningkatkan kesiapan Indonesia dalam segala bidang untuk menghadapi perdagangan bebas, terutama dalam menyongsong pemberlakuan AFTA, AFEC dan WTO.
• Memperkuat kelembagaan, sumber daya manusia, sarana dan prasarana penerangan khususnya di luar negeri dalam rangka memperjuangkan kepentingan Nasional di Forum Internasional.
Bidang Agama
Kebijakan bidang Agama dalam upaya menghadapi tantangan globalisasi disebutkan sebagai berikut :
• Meningkatkan kualitas pendidikan agama melalui penyempurnaan sistem pendidikan agama, sehingga lebih terpadu dan integral dengan sistem pendidikan nasional dengan didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai.
• Meningkatkan peran dan fungsi lembaga-lembaga keagamaan dalam ikut mengatasi dampak perubahan yang terjadi dalam semua aspek kehidupan untuk memperkokoh jati diri dan kepribadian bangsa, serta memperkuat kerukunan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Selain upaya di atas, ada
beberapa alternatif lain untuk
menanggulangi dampak negatif dari globalisasi politik, yaitu :
1. Meningkatkan Kualitas SDM
Indonesia
• Dampak negatif globalisasi
merupakan sebuah realita yang mau tak mau harus dihadapi bila Bangsa Indonesia
ingin tetap hidup sebagai bangsa yang berdaulat di dunia.
• Cara untuk menghadapi dampak
negatif globalisasi yaitu dengan mempersiapkan diri sebaik-baiknya melalui
pendidikan. Melalui pendidikan yang optimal, bangsa Indonesia dapat menguasai
ilmu pengetahuan dan teknologi. Sehingga dapat bersaing di kancah dunia
Internasional.
2. Meningkatkan Kualitas Nilai Keimanan dan Moralitaas
Masyarakat
• Dampak negatif
globalisasi membuat budaya antar bangsa saling mempengaruhi. Karenanya
keberadaan nilai-nilai keimanan dan moralitas menjadi sangat penting. Sebab
nilai keimanan dan moralitas menjadi sangat penting. Sebab nilai-nilai keimanan
dan moralitas itulah yang mampu mengatasi dampak negatif dari globalisasi.
• Sebagai kaum Muslim, kita
hendaknya menanamkan nilai-nilai Islam di kehidupan sehari-hari. Kita hendaknya
menjalankan syariat Islam. Mengetahui mana yang halal dan haram. Sehingga kita
dapat memilah-milah pengaruh dari luar.
• Moralitas bangsa juga harus
ditingkatkan. Di dalam dampak negatif globalisasi ini, moralitas bangsa
cenderung menurun kualitasnya. Ini tidak lepas dari tanggung jawab orang tua,
guru, dan pemerintah. Salah satu solusinya adalah melaksanakan pembelajaran
pendidikan kewarganegaraan.
3. Mendorong dan Mendukung
Upaya Memperjuangkan Keadilan Antar Bangsa
• Salah satu dampak negatif
globalisasi adalah saling berkaitannya antara satu negara dengan negara
lainnya. Baik dalam bentuk kerjasama ataupun persaingan global.
• Pemerintah Indonesia harus
berupaya sekuat tenaga untuk memperjuangkan keadilan dan keseimbangan
antarbangsa. Upaya pemerintah tersebut harus selalu didorong dan didukung oleh
setiap warga negaranya.
• Sebagaimana yang kita
ketahui, Indonesia merupakan 1 diantara 2 negara yang memberikan permohonan
agar Israel menghentikan serangan ke Jalur Gaza. Ini membuktikan kepedulian
bangsa kita terhadap perdamaian dan peradilan antarbangsa. Maka sebagai warga
negara, hendaknya kita mendukung upaya pemerintah.
4. Meningkatkan Jiwa Semangat Persatuan, Kesatuan, Serta Nasionalisme
• Adanya dampak negatif
globalisasi menjadi suatu tantangan yang berat bagi negara berkembang yang
belum maju dan kuat. Negara yang masyarakatnya tidak mempunyai jiwa dan
semangat persatuan, kesatuan dan nasionalisme yang kuat akan dengan mudah
dipermainkan oleh negara-negara maju. Oleh karna itu, semangat dan jiwa
persatuan, kesatuan dan nasionalisme harus terus ditingkatkan oleh seluruh
rakyat Indonesia.
• Bila jiwa dan semangat
persatuan, kesatuan, dan nasionalisme telah tertanam dengan kuat pada setiap
warga negara Indonesia tidak akan mudah dipermainkan oleh negara-negara yang
kuat dan maju.
5.
Melestarikan Adat Istiadat
dan Budaya Daerah
• Dampak negatif
globalisasi juga membuat budaya luar dapat dengan mudah kita ketahui.
Pengetahuan akan budaya luar terkadang membuat masyarakat lebih menyukainya
daripada budaya daerah sendiri.
• Menyukai kebudayaan luar
adalah hal yang wajar. Namun kita harus tetap melestarikan kebudayaan kita
sendiri. Jangan sampai kebudayaan kita punah begitu saja seiring dengan waktu.
Apalagi kebudayaan itu seenaknya saja diambil oleh bangsa lain. Betapa malunya
kita?
• Walaupun zaman kini telah
serba modern, kita harus tetap berpegang teguh kepada adat istiadat. Apalagi
kita sebagai masyarakat Minangkabau, dimana “adat basandi syarak, syarak
basandi kitabullah, syarak mangato, adat mamakai”.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Globalisasi
adalah suatu proses di mana antarindividu, antarkelompok, dan antarnegara
saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan memengaruhi satu sama lain yang
melintasi batas Negara.
Globalisasi
politik adalah proses masuknya suatu pola atau nilai-nilai yang diterima secara
menyeluruh,
karena
membawa pembaharuan dan menguntungkan di bidang politik,seperti kerja
sama-kerja sama politik antar Negara dengan membentuk suatu organisasi internasional.
globalisasi politik disebut juga global
governance.
Globalisasi politik ini
mengakibatkan terjadinya beberapa dampak positif.Tetapi selain dampak positif,
terjadi juga dampak negatif dari globalisasi politik.Karena hal tersebut, perlu
di lakukan upaya untuk mengatasi dampak negatif dari globalisasi politik.Jika
upaya tersebut tidak berhasil juga untuk mengatasi masalah tersebut, perlu
dilakukan upaya alternatif lain.
3.2 Saran
Globalisasi
memang tidak bisa dihindari. Jika kita menghindari justru akan menjadi manusia
primitif lagi. Tetapi sebaiknya selektif terhadap pengaruh globalisasi. Dapat
membedakan mana yang memberikan pengaruh baik dan mana yang memberikan pengaruh
buruk bagi kita. Kita harus mempunyai kepribadian yang kuat agar tidak
terpengaruh dengan dampak negatif globalisasi. Selain itu kita harus memperkuat
iman kita kepada Tuhan Yang Maha Esa dan juga mengamalkan nilai-nilai pancasila
dengan sebaik -baiknya.
Daftar Pustaka
Sumaatmadja, Nursid. (2008).
Perspektif Global. Jakarta: Universitas Terbuka.










