Sabtu, 04 Juni 2016

Merancang Perencanaan Pelaksanaan Bimbingan Karier di SD secara Komprehensif Beserta Contoh-contoh Kongkritnya




MAKALAH
MERANCANG PERENCANAAN PELAKSANAAN BIMBINGAN KARIER DI SD SECARA KOMPREHENSIF BESERTA CONTOH-CONTOH KONGKRITNYA

Disusun Sebagai Pemenuhan Tugas Bimbingan Konseling dengan Dosen Pengampu
Ibu Dra.Nanik Yulianti,M.Pd

Disusun oleh :
Nurliana Mawaddah
150210204015


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
JURUSAN ILMU PENDIDIKAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
2015

KATA PENGANTAR

      Alhamdulillah, puji syukur penulis panjatkan kepada Allah Yang Maha Esa, karena hanya atas berkat dan rahmat-Nya, penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul “Merancang perencanaan pelaksanaan bimbingan karier di SD secara komprehensif beserta contoh-contoh kongkritnya”. Makalah  ini dapat penulis selesaikan tepat pada waktunya berkat dorongan dan bantuan dari berbagai pihak. Dalam makalah ini penulis menyampaikan  terima kasih kepada  Ibu Dra.Nanik Yulianti,M.Pd selaku dosen matakuliah Bimbingan Konseling  program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Jurusan Ilmu Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas atas waktunya yang telah memberikan pembinaan. Terima kasih pula penulis ucapkan kepada pihak-pihak yang terkait yang membantu sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah ini.

      Jika ditinjau dari aspek isi dan bahasa yang digunakan tentu makalah ini masih terdapat kekurangan. Oleh karena itu, saran dan kritik yang bertujuan memperbaiki makalah ini kami terima dengan sebaik-baiknya.




Jember, 26 November 2015

Penulis,





DAFTAR ISI
Kata pengantar………………………………………………………………….…………….(i)
Daftar isi……………………………………………………………………………………(ii)
BAB I
1.1  Latar Belakang……………………………..………………………………………..…….1
1.2  Tujuan…………………………...…………………………………………………………1
1.3  Rumusan Masalah…………………………………………………………………………1
BAB II
Isi…………..……………………………………………………………………………….2-13
BAB III
Kesimpulan……………..…………………………………………………………………….14

BAB I
1.1  Latar belakang
Bimbingan dan konseling pada awalnya hanya terbatas pada bimbingan jabatan misalnya, “job selection, job placemet” dan “job training”. Dengan cara ini, efisiensi dalam pekerjaan dapat tercapai dan penepatan orang sesuai dengan kemampuan-kemampuan yang ada padanya, sehingga kesulitan-kesulitan atau persoalan-persoalan yang berhubungan denganpekerjaan dapat dihindarkan.
Kenyataan menyatakan bahwa sejahtera tidaknya seseorang tidak semata-mata bergantung kepada tepat tidaknya seseorang tidak semata-mata bergantung kepada tepat tidaknya ia menduduki dalam jabatan itu, atau juga tidak bergantung pada segi pendidikannya, tetapi juga bergantung pada keadaan pribadi dan individu yang bersangkutan. Banyak masalah yang timbul karena diri pribadi dan individu yang bersangkutan. Oleh karena itu, timbullah bimbingan yang tertuju pada keadaan pribadi seseorang, sehingga timbullah “personal guidance”. Dengan demikian, di samping bimbingan dalam segi jabatan (vocational guidance) dan bimbingan dalam segi pendidikan dan pengajaran (educational guidance), dikenal adanya bimbingan pribadi (personal guidance).
1.2  Rumusan masalah
  1. Apa pengertian bimbingan konseling?
  2. Apa tujuan, fungsi dan jenis-jenis bimbingan konseling?
  3. Apa pengertian bimbingan karier?
  4. Apa itu bimbingan komprehensif dan contohnya?
1.3  Tujuan
Mengetahui pengertian, tujuan, fungsi dan jenis-jenis layananan bimbingan konseling serta mengetahui apa itu bimbingan karier dan bimbingan komprehensif serta contoh-contohnya.
BAB II
ISI
Pengertian bimbingan konseling
Menurut Abu Ahmadi ( 1991 : 1 ), bahwa bimbingan adalah bantuan yang diberikan kepada individu ( peserta didik ) agar dengan potensi yang dimiliki mampu mengembangkan diri secara optimal dengan jalan memahami diri, memahami lingkungan, mengatasi hambatan guna menentukan rencana masa depan yang lebih baik.
Menurut Prayitno dan Erman Amti ( 2004 : 99 ), bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seseorang atau beberapa orang individu, baik anak-anak, remaja, atau orang dewasa; agar orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangkan berdasarkan norma-norma yang berlaku.
Bimo Walgito (2004: 4-5), mendefinisikan bahwa bimbingan adalah bantuan atau pertolongan yang diberikan kepada individu atau sekumpulan individu dalam menghindari atau mengatasi kesulitan-kesulitan hidupnya, agar individu dapat mencapai kesejahteraan dalam kehidupannya.
Chiskolm dalam McDaniel, dalam Prayitno dan Erman Amti (1994: 94), mengungkapkan bahwa bimbingan diadakan dalam rangka membantu setiap individu untuk lebih mengenali berbagai informasi tentang dirinya sendiri.
Konseling adalah hubungan pribadi yang dilakukan secara tatap muka antarab dua orang dalam mana konselor melalui hubungan itu dengan kemampuan-kemampuan khusus yang dimilikinya, menyediakan situasi belajar. Dalam hal ini konseli dibantu untuk memahami diri sendiri, keadaannya sekarang, dan kemungkinan keadaannya masa depan yang dapat ia ciptakan dengan menggunakan potensi yang dimilikinya, demi untuk kesejahteraan pribadi maupun masyarakat. Lebih lanjut konseli dapat belajar bagaimana memecahkan masalah-masalah dan menemukan kebutuhan-kebutuhan yang akan datang. (Tolbert, dalam Prayitno 2004 : 101).
Jones (Insano, 2004 : 11) menyebutkan bahwa konseling merupakan suatu hubungan profesional antara seorang konselor yang terlatih dengan klien. Hubungan ini biasanya bersifat individual atau seorang-seorang, meskipun kadang-kadang melibatkan lebih dari dua orang dan dirancang untuk membantu klien memahami dan memperjelas pandangan terhadap ruang lingkup hidupnya, sehingga dapat membuat pilihan yang bermakna bagi dirinya.
Jadi dapat simpulkan bahwa pengertian bimbingan dan konseling yaitu suatu bantuan yang diberikan oleh konselor kepada konseli agar konseli mampu menyelesaikan masalah yang dihadapinya dan juga mampu mengembangkan potensi yang dimilikinya.
 Tujuan bimbingan konseling
Ø  Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek pribadi-sosial konseling adalah:
a.         Memiliki komitmen yang kuat dalam mengamalkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, pergaulan dengan teman sebaya, Sekolah/Madrasah, tempat kerja, maupun masyarakat pada umumnya.
b.         Memiliki sikap toleransi terhadap umat beragama lain, dengan saling menghormati dan memelihara hak dan kewajibannya masing-masing.
c.         Memiliki pemahaman tentang irama kehidupan yang bersifat fluktuatif antara yang menyenangkan (anugrah) dan yang tidak menyenangkan (musibah), sertadan mampu meresponnya secara positif sesuai dengan ajaran agama yang dianut.
d.         Memiliki pemahaman dan penerimaan diri secara objektif dan konstruktif, baik yang terkait dengan keunggulan maupun kelemahan; baik fisik maupun psikis.
e.          Memiliki sikap positif atau respek terhadap diri sendiri dan orang lain.
f.          Memiliki kemampuan untuk melakukan pilihan secara sehat
g.         Bersikap respek terhadap orang lain, menghormati atau menghargai orang lain, tidak melecehkan martabat atau harga dirinya. Memiliki rasa tanggung jawab, yang diwujudkan dalam bentuk komitmen terhadap tugas atau kewajibannya.
h.         Memiliki kemampuan berinteraksi sosial (human relationship), yang diwujudkan dalam bentuk hubungan persahabatan, persaudaraan, atau silaturahim dengan sesama manusia.
i.           Memiliki kemampuan dalam menyelesaikan konflik (masalah) baik bersifat internal (dalam diri sendiri) maupun dengan orang lain.
j.           Memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan secara efektif.
Ø  Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek akademik (belajar) adalah :
a.       Memiliki kesadaran tentang potensi diri dalam aspek belajar, dan memahami berbagai hambatan yang mungkin muncul dalam proses belajar yang dialaminya.
b.      Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif, seperti kebiasaan membaca buku, disiplin dalam belajar, mempunyai perhatian terhadap semua pelajaran, dan aktif mengikuti semua kegiatan belajar yang diprogramkan.
c.       Memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat.
d.      Memiliki keterampilan atau teknik belajar yang efektif, seperti keterampilan membaca buku, mengggunakan kamus, mencatat pelajaran, dan mempersiapkan diri menghadapi ujian.
e.       Memiliki keterampilan untuk menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan, seperti membuat jadwal belajar, mengerjakan tugas-tugas, memantapkan diri dalam memperdalam pelajaran tertentu, dan berusaha memperoleh informasi tentang berbagai hal dalam rangka mengembangkan wawasan yang lebih luas.
f.       Memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk menghadapi ujian.

Ø  Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek karir adalah :
a.       Memiliki pemahaman diri (kemampuan, minat dan kepribadian) yang terkait dengan pekerjaan.
b.      Memiliki pengetahuan mengenai dunia kerja dan informasi karir yang menunjang kematangan kompetensi karir.
c.       Memiliki sikap positif terhadap dunia kerja. Dalam arti mau bekerja dalam bidang pekerjaan apapun, tanpa merasa rendah diri, asal bermakna bagi dirinya, dan sesuai dengan norma agama.
d.      Memahami relevansi kompetensi belajar (kemampuan menguasai pelajaran) dengan persyaratan keahlian atau keterampilan bidang pekerjaan yang menjadi cita-cita karirnya masa depan.
e.       Memiliki kemampuan untuk membentuk identitas karir, dengan cara mengenali ciri-ciri pekerjaan, kemampuan (persyaratan) yang dituntut, lingkungan sosiopsikologis pekerjaan, prospek kerja, dan kesejahteraan kerja.
f.       Memiliki kemampuan merencanakan masa depan, yaitu merancang kehidupan secara rasional untuk memperoleh peran-peran yang sesuai dengan minat, kemampuan, dan kondisi kehidupan sosial ekonomi.
g.      Dapat membentuk pola-pola karir, yaitu kecenderungan arah karir. Apabila seorang konseling bercita-cita menjadi seorang guru, maka dia senantiasa harus mengarahkan dirinya kepada kegiatan-kegiatan yang relevan dengan karir keguruan tersebut.
h.      Mengenal keterampilan, kemampuan dan minat. Keberhasilan atau kenyamanan dalam suatu karir amat dipengaruhi oleh kemampuan dan minat yang dimiliki
Fungsi bimbingan konseling
a.       Fungsi Pemahaman, yaitu fungsi bimbingan dan konseling membantu konseli agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensinya) dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, dan norma agama). Berdasarkan pemahaman ini, konseli diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal, dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif.
b.      Fungsi Preventif, yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya, supaya tidak dialami oleh konseli. Melalui fungsi ini, konselor memberikan bimbingan kepada konseli tentang cara menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya.
c.       Fungsi Pengembangan, yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang sifatnya lebih proaktif dari fungsi-fungsi lainnya. Konselor senantiasa berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, yang memfasilitasi perkembangan konseli. Konselor dan personel Sekolah/Madrasah lainnya secara sinergis sebgai teamwork berkolaborasi atau bekerjasama merencanakan dan melaksanakan program bimbingan secara sistematis dan berkesinambungan dalam upaya membantu konseli mencapai tugas-tugas perkembangannya. Teknik bimbingan yang dapat digunakan disini adalah pelayanan informasi, tutorial, diskusi kelompok atau curah pendapat (brain storming),home room, dan karyawisata.
d.      Fungsi Penyembuhan, yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang bersifat kuratif. Fungsi ini berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan kepada konseli yang telah mengalami masalah, baik menyangkut aspek pribadi, sosial, belajar, maupun karir. Teknik yang dapat digunakan adalah konseling, dan remedial teaching.
e.       Fungsi Penyaluran, yaitu fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu konseli memilih kegiatan ekstrakurikuler, jurusan atau program studi, dan memantapkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat, bakat, keahlian dan ciri-ciri kepribadian lainnya. Dalam melaksanakan fungsi ini, konselor perlu bekerja sama dengan pendidik lainnya di dalam maupun di luar lembaga pendidikan.
f.       Fungsi Adaptasi, yaitu fungsi membantu para pelaksana pendidikan, kepala Sekolah/Madrasah dan staf, konselor, dan guru untuk menyesuaikan program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan, minat, kemampuan, dan kebutuhan konseli. Dengan menggunakan informasi yang memadai mengenai konseli, pembimbing/konselor dapat membantu para guru dalam memperlakukan konseli secara tepat, baik dalam memilih dan menyusun materi Sekolah/Madrasah, memilih metode dan proses pembelajaran, maupun menyusun bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kecepatan konseli.
g.      Fungsi Penyesuaian, yaitu fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu konseli agar dapat menyesuaikan diri dengan diri dan lingkungannya secara dinamis dan konstruktif.
h.      Fungsi Perbaikan, yaitu fungsi bimbingan dan konseling untuk membantu konseli sehingga dapat memperbaiki kekeliruan dalam berfikir, berperasaan dan bertindak (berkehendak). Konselor melakukan intervensi (memberikan perlakuan) terhadap konseli supaya memiliki pola berfikir yang sehat, rasional dan memiliki perasaan yang tepat sehingga dapat mengantarkan mereka kepada tindakan atau kehendak yang produktif dan normatif.
i.        Fungsi Fasilitasi, memberikan kemudahan kepada konseli dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, serasi, selaras dan seimbang seluruh aspek dalam diri konseli.
j.        Fungsi Pemeliharaan, yaitu fungsi bimbingan dan konseling untuk membantu konseli supaya dapat menjaga diri dan mempertahankan situasi kondusif yang telah tercipta dalam dirinya. Fungsi ini memfasilitasi konseli agar terhindar dari kondisi-kondisi yang akan menyebabkan penurunan produktivitas diri. Pelaksanaan fungsi ini diwujudkan melalui program-program yang menarik, rekreatif dan fakultatif (pilihan) sesuai dengan minat konseling.

Jenis Layanan Bimbingan Konseling
a.       Orientasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru, terutama lingkungan sekolah/madrasah dan obyek-obyek yang dipelajari, untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkungan yang baru.
b.      .Informasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri, sosial, belajar, karir/jabatan, dan pendidikan lanjutan.
c.       Penempatan dan Penyaluran, yaitu layanan yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas, kelompok belajar, jurusan/program studi, program latihan, magang, dan kegiatan ekstra kurikuler.
d.      Penguasaan Konten, yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu, terumata kompetensi dan atau kebiasaan yang berguna dalam kehidupan di sekolah, keluarga, dan masyarakat.
e.       Konseling Perorangan, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya.
f.       Bimbingan Kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan hubungan sosial, kegiatan belajar, karir/jabatan, dan pengambilan keputusan, serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok.
g.      Konseling Kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok.
h.      Konsultasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan, pemahaman, dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik.
i.        Mediasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antarmereka.
Bimbingan Karir
Bimbingan karir yaitu bimbingan untuk membantu individu dalam perencanaan, pengembangan dan pemecahan masalah-masalah karir seperti : pemahaman terhadap jabatan dan tugas-tugas kerja, pemahaman kondisi dan kemampuan diri, pemahaman kondisi lingkungan, perencanaan dan pengembangan karir, penyesuaian pekerjaan dan pemecahan masalah-masalah karir yang dihadapi.
Bimbingan karir juga merupakan layanan pemenuhan kebutuhan perkembangan individu sebagai bagian integral dari program pendidikan. Bimbingan karir terkait dengan perkembangan kemampuan kognitif, afektif, maupun keterampilan individu dalam mewujudkan konsep dari yang positif, memahami proses pengambilan keputusan, maupun perolehan pengetahuan dalam keterampilan yang akan membantu dirinya memasuki sistem kehidupan sosial budaya yang terus menerus berubah.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa bimbingan karir merupakan upaya bantuan terhadap individu agar dapat mengenal dan memahami dirinya, mengenal dunia kerjanya, mengembangkan masa depannya yang sesuai dengan bentuk kehidupannya yang diharapkan. Lebih lanjut dengan layanan bimbingan karir individu mampu membentuk dan mengambil keputusan secara tepat dan bertanggung jawab atas keputusan yang diambilnya sehingga mereka mampu mewujudkan dirinya secara bermakna.
bimbingan karier dimaksudkan untuk:
a.       Mengembangkan sikap positif terhadap segala jenis pekerjaan. Dalam hal ini guru kelas harus berhati-hati. Guru kelas menunjukkan atau menampilkan prasangka ataupun kecenderungan tertentu terhadap jenis-jenis pekerjaan (misalnya, pekerjaan tertentu disikapi positif, sedang lainnya disikapi negatif).
b.      Membawa para siswa menyadari betapa luasnya dunia kerja yang ada, terentang dari pekerjaan yang dijabat orang tua sampai ke segala macam pekerjaan di masyarakat.
c.       Menjawab berbagai pertanyaan para siswa tentang pekerjaan. Dorongan ingin tahu anak-anak akan membawa mereka menanyakan segala sesuatu tentang pekerjaan. Dalam hal ini jawaban atau informasi yang tepat dan benar harus segera diberikan setiap waktu bertanya.
d.      Menekankan jasa dari masing-masing jenis pekerjaan, yaitu untuk kesejahteraan hidup rumah tangga dan masyarakat (tidak hanya mengemukakan besarnya gaji atau penghasilan yang diperoleh melalui pekerjaan itu). Perlunya bakat atau kemampuan/keterampilan khusus untuk jenis-jenis pekerjaan tertentu, terutama pekerjaan yang bermanfaat bagi pemberian bantuan kepada sesama manusia, hendaklah disampaikan.
Di samping itu, informasi pekerjaan untuk siswa kelas tinggi SD perlu diperluas dan diperkuat. Hal ini bertujuan agar mereka memahami bahwa:
a.       Pekerjaan ada di mana-mana, di tingkat desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, negara, bahkan dunia. Pada tingkat perkembangan itu, siswa mulai membandingkan pekerjaan-pekerjaan yang ada di desa dan di kota, di daerahnya sendiri dan di daerah lain. Siswa dirangsang untuk mulai menyadari bahwa ada banyak macam cara yang dilakukan oleh manusia untuk mencari penghidupan dan memenuhi kebutuhan melalui berbagai jenis pekerjaan.
b.      Terdapat saling ketergantungan antara pekerjaan yang satu dengan yang lainnya. Pada diri siswa, perlu dikembangkan bahwa untuk terlaksananya suatu pekerjaan dengan baik, para pekerja saling terkait antara yang satu dengan yang lainnya. Oleh karenanya para pekerja itu harus saling membantu dan bekerja sama.
c.       Baik kemampuan khusus maupun ciri-ciri kepribadian tertentu diperlukan untuk mencapai keberhasilan bagi sebagian jenis pekerjaan.
d.      Untuk memilih suatu pekerjaan diperlukan informasi yang tepat (yaitu tentang hakikat pekerjaan itu sendiri, latihan yang diperlukan, kondisi kerja, dsb).
e.       Ada berbagai masalah yang mungkin dihadapi oleh orang-orang yang menginginkan pekerjaan tertentu (seperti peralatan mahal, biaya untuk program pendidikan dan pelatihan mahal dan waktunya lama, kondisi kerja kurang menyenangkan, dsb).
f.       Untuk memilih pekerjaan atau karier di masa depan perlu kehati-hatian dan pertimbangan yang matang.
Bimbingan konseling komprehensif
bimbingan Konseling komprehensif adalah suatu program pendidikan di sekolah yang diberkan oleh konselor sebagai penanggung jawab dan pelaksana program bimbingan konseling di sekolah. dalam pekembanganya para ahli bimbingan dan konseling selalu mengadakan penelitian dan pembaharuan pada layanan yang diberikan di sekolah. bimbingan konseling sendiri di Indonesi sejak tahun 1975 sampai tahun 2011 telah mengalami perubahan-perubahan sebagai bentuk pengembangan layana yang mengikuti perkembangan dunia. pada awalnya bimbingan konseling dikenal sebagai bentuk layanan yang diberikan sekolah kepaa sisiwa yang bermasah atau mengalami hambatan dalam proses pembelajaran. namun ketika kondisi jaman berkembang pesat seperti pada masa sekarang ini bimbingan konseling tidak lagi berperan sebagai pembantu konseli(siswa yang memerlukan bantuan konselor) dalam menyelesaikan masalah.
bimbingan konseling komprehensif yang telah dikenalkan sekarang ini adalah program bimbingan konseling yang bertujuan untuk memandirikan peserta didik. bentuk layanan yang diberikan tidak lagi berfungsi membantu peserta didik menyelesaikan masalahnya namun mengembangkan potensi peserta didik berasarkan perkembangannya sehingga disebutlah bahwa BK komprehensif adalah sama dengan BK berbasis perkembangan. untuk mencapai kemandirian peserta didik tersebut konselor tidak lagi mengedepankan fungsi kuratif, namun lebih menekankan fungsi pencegahan/preventif dan perkembangan/developmental. bentuk layanan yang di berikan berupa 4 layanan dasar yang meliputi program-program yang direncanakan konselor untuk megembangkan potensi peserta didik berupa program bimbingan kelompok, assesment, an layanan-layanan lain.
  1. Layanan responsif, adalah layanan yang diberikan kepada peserta didik yang memerlukan bantuan khusus, misalnya konseling, referal, konsultasi,
  2. Perencanaan individual, yaitu layanan yang diberikan konselor untuk membantu individu merencanakan kariernya, misalnya tes bakat minat, analisis hasil belajar, konslutasi dengan orang tua an lain sebagainya yang dapat membantu peserta didik menentukan pilihan karier yang sesuai dengan kebutuhannya dan pengharapan orang lain disekitarnya.
  3. Dukungan sistem, meliputi keterampilan konselor, dukungan pihak sekolah, ketersediaan instrument bimbingan, sarana-prasarana, dukungan orang tua dan peserta didik.
  4. Dukungan sistem, meliputi keterampilan konselor, dukungan pihak sekolah, ketersediaan instrument bimbingan, sarana-prasarana, dukungan orang tua dan peserta didik.
Contoh layanan komprehensif
1.     Kelas rendah
·        Mengenalkan perbedaan antar kawan
·        Menggambarkan perkembangan diri
·        Mengenalkan keterampilan yang di miliki
·        Menjelaskan keterampilan yang dimiliki
·        Mengenalkan kegiatan-kegiatan yang menarik
·        Mengenalkan bahwa seseorang dapat memiliki banyak peran
·        Contoh kongkritnya yaitu dengan mencontoh pekerjaan orang tua, misalnya Ibu yang berperan sebagai ibu rumah tangga tetapi juga dapat berperan sebagai seseorang yang bekerja membantu ayah dalam kehidupan rumah tangga.
2.     Kelas tinggi
·        Menjelaskan manfaat mencontoh orang berhasil
·        Melatih siswa membayangkan hal yang dilakukan kira-kira 25 tahun yang akan dating
·        Membimbing siswa tentang macam-macam gaya hidup dan pengaruhnya
·        Contoh kongkritnya ialah dengan menggunakan orang-orang sekitar yang telah sukses agar siswa SD termotivasi untuk sukses juga.






BAB III
KESIMPULAN
bimbingan dan konseling yaitu suatu bantuan yang diberikan oleh konselor kepada konseli agar konseli mampu menyelesaikan masalah yang dihadapinya dan juga mampu mengembangkan potensi yang dimilikinya.
Tujuan bimbingan konseling di bagi menjadi :
  1. Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek pribadi-sosial konseling
  2. Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek akademik (belajar)
  3. Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek karir
Fungsi bimbingan konseling adalah fungsi pemahaman, preventif, pengembangan, penyembuhan, penyaluran, adaptasi, penyesuaian, perbaikan, fasilitas dan pemeliharaan.
Jenis- jenis bimbingan konseling meliputi : Orientasi, Informasi, Penempatan dan Penyaluran, Penguasaan Konten, Konseling Perorangan, Bimbingan Kelompok, Konseling Kelompok, Konsultasi dan Mediasi.
Bimbingan karier adalah Bimbingan karir yaitu bimbingan untuk membantu individu dalam perencanaan, pengembangan dan pemecahan masalah-masalah karir.
Bimbingan komprehensif merupakan suatu program pendidikan di sekolah yang diberkan oleh konselor sebagai penanggung jawab dan pelaksana program bimbingan konseling di sekolah.
Contoh bimbingan komprehensif dibagi menjadi 2 yaitu kelas rendah dan kelas tinggi.
 

 
DAFTAR PUSTAKA
Riswanto. 2010. BK Karier di SD. ( Online ). Diakses tanggal 18 november 2015.https://riswantobk.wordpress.com/2010/12/06/bk-karier-di-sd/

Wahyu, Aries. 2014. BIMBINGAN KONSELING (Pengertian, Tujuan, Manfaat, Fungsi, Asas) . ( online ). Diakses tanggal 18 november 2015. http://tholearies.blogspot.co.id/2014/02/bimbingan-konseling-pengertian-tujuan.html

bimbingan konseling komprehensif. ( online ). Diakses tanggal 18 november 2015.https://rindategar.wordpress.com/bimbingan-konseling-komprehensif/
Jayanti, Ketut Depi. Makalah layanan bimbingan konseling.( online )  Diakses tanggal 18 november 2015. http://ketutdepi.blogspot.co.id/2014/06/makalah-layanan-bimbingan-konseling.html


0 komentar:

Posting Komentar