MAKALAH
MERANCANG
PERENCANAAN PELAKSANAAN BIMBINGAN KARIER DI SD SECARA KOMPREHENSIF BESERTA
CONTOH-CONTOH KONGKRITNYA
Disusun Sebagai Pemenuhan Tugas Bimbingan Konseling
dengan Dosen Pengampu
Ibu Dra.Nanik Yulianti,M.Pd
Disusun
oleh :
Nurliana
Mawaddah
150210204015
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU
SEKOLAH DASAR
JURUSAN ILMU PENDIDIKAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
2015
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, puji syukur penulis panjatkan
kepada Allah Yang Maha Esa, karena hanya atas berkat dan rahmat-Nya, penulis
dapat menyelesaikan makalah dengan judul “Merancang perencanaan pelaksanaan
bimbingan karier di SD secara komprehensif beserta contoh-contoh kongkritnya”. Makalah
ini dapat penulis selesaikan tepat pada waktunya berkat dorongan dan bantuan
dari berbagai pihak. Dalam makalah ini penulis menyampaikan terima kasih
kepada Ibu Dra.Nanik Yulianti,M.Pd
selaku dosen matakuliah Bimbingan Konseling
program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Jurusan Ilmu Pendidikan
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas atas waktunya yang telah
memberikan pembinaan. Terima kasih pula penulis ucapkan kepada pihak-pihak yang
terkait yang membantu sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah
ini.
Jika ditinjau
dari aspek isi dan bahasa yang digunakan tentu makalah ini masih terdapat
kekurangan. Oleh karena itu, saran dan kritik yang bertujuan memperbaiki
makalah ini kami terima dengan sebaik-baiknya.
Jember, 26 November 2015
Penulis,
DAFTAR
ISI
Kata
pengantar………………………………………………………………….…………….(i)
Daftar
isi……………………………………………………………………………………(ii)
BAB
I
1.1 Latar
Belakang……………………………..………………………………………..…….1
1.2 Tujuan…………………………...…………………………………………………………1
1.3 Rumusan
Masalah…………………………………………………………………………1
BAB
II
Isi…………..……………………………………………………………………………….2-13
BAB
III
Kesimpulan……………..…………………………………………………………………….14
BAB
I
1.1 Latar
belakang
Bimbingan
dan konseling pada awalnya hanya terbatas pada bimbingan jabatan
misalnya, “job selection, job placemet” dan
“job training”. Dengan cara ini,
efisiensi dalam pekerjaan dapat tercapai dan penepatan orang sesuai dengan
kemampuan-kemampuan yang ada padanya, sehingga kesulitan-kesulitan atau
persoalan-persoalan yang berhubungan denganpekerjaan dapat dihindarkan.
Kenyataan
menyatakan bahwa sejahtera tidaknya seseorang tidak semata-mata bergantung
kepada tepat tidaknya seseorang tidak semata-mata bergantung kepada tepat
tidaknya ia menduduki dalam jabatan itu, atau juga tidak bergantung pada segi
pendidikannya, tetapi juga bergantung pada keadaan pribadi dan individu yang
bersangkutan. Banyak masalah yang timbul karena diri pribadi dan individu yang
bersangkutan. Oleh karena itu, timbullah bimbingan yang tertuju pada keadaan
pribadi seseorang, sehingga timbullah “personal
guidance”. Dengan demikian, di samping bimbingan dalam segi jabatan (vocational guidance) dan bimbingan dalam
segi pendidikan dan pengajaran (educational
guidance), dikenal adanya bimbingan pribadi (personal guidance).
1.2 Rumusan
masalah
- Apa pengertian bimbingan konseling?
- Apa tujuan, fungsi dan jenis-jenis bimbingan konseling?
- Apa pengertian bimbingan karier?
- Apa itu bimbingan komprehensif dan contohnya?
1.3 Tujuan
Mengetahui
pengertian, tujuan, fungsi dan jenis-jenis layananan bimbingan konseling serta
mengetahui apa itu bimbingan karier dan bimbingan komprehensif serta
contoh-contohnya.
BAB
II
ISI
Pengertian bimbingan
konseling
Menurut
Abu Ahmadi ( 1991 : 1 ), bahwa bimbingan adalah bantuan yang diberikan kepada
individu ( peserta didik ) agar dengan potensi yang dimiliki mampu
mengembangkan diri secara optimal dengan jalan memahami diri, memahami
lingkungan, mengatasi hambatan guna menentukan rencana masa depan yang lebih
baik.
Menurut
Prayitno dan Erman Amti ( 2004 : 99 ), bimbingan adalah proses pemberian
bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seseorang atau beberapa
orang individu, baik anak-anak, remaja, atau orang dewasa; agar orang yang
dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri dengan
memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangkan
berdasarkan norma-norma yang berlaku.
Bimo
Walgito (2004: 4-5), mendefinisikan bahwa bimbingan adalah bantuan atau
pertolongan yang diberikan kepada individu atau sekumpulan individu dalam
menghindari atau mengatasi kesulitan-kesulitan hidupnya, agar individu dapat
mencapai kesejahteraan dalam kehidupannya.
Chiskolm
dalam McDaniel, dalam Prayitno dan Erman Amti (1994: 94), mengungkapkan bahwa
bimbingan diadakan dalam rangka membantu setiap individu untuk lebih mengenali
berbagai informasi tentang dirinya sendiri.
Konseling adalah hubungan pribadi
yang dilakukan secara tatap muka antarab dua orang dalam mana konselor melalui
hubungan itu dengan kemampuan-kemampuan khusus yang dimilikinya, menyediakan
situasi belajar. Dalam hal ini konseli dibantu untuk memahami diri sendiri,
keadaannya sekarang, dan kemungkinan keadaannya masa depan yang dapat ia
ciptakan dengan menggunakan potensi yang dimilikinya, demi untuk kesejahteraan
pribadi maupun masyarakat. Lebih lanjut konseli dapat belajar bagaimana
memecahkan masalah-masalah dan menemukan kebutuhan-kebutuhan yang akan datang.
(Tolbert, dalam Prayitno 2004 : 101).
Jones (Insano, 2004 : 11)
menyebutkan bahwa konseling merupakan suatu hubungan profesional antara seorang
konselor yang terlatih dengan klien. Hubungan ini biasanya bersifat individual
atau seorang-seorang, meskipun kadang-kadang melibatkan lebih dari dua orang
dan dirancang untuk membantu klien memahami dan memperjelas pandangan terhadap
ruang lingkup hidupnya, sehingga dapat membuat pilihan yang bermakna bagi
dirinya.
Jadi dapat simpulkan bahwa pengertian
bimbingan dan konseling yaitu suatu bantuan yang
diberikan oleh konselor kepada konseli agar konseli mampu menyelesaikan masalah
yang dihadapinya dan juga mampu mengembangkan potensi yang dimilikinya.
Tujuan bimbingan konseling
Ø Tujuan bimbingan dan konseling yang
terkait dengan aspek pribadi-sosial konseling adalah:
a.
Memiliki
komitmen yang kuat dalam mengamalkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada
Tuhan Yang Maha Esa, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, pergaulan dengan
teman sebaya, Sekolah/Madrasah, tempat kerja, maupun masyarakat pada umumnya.
b.
Memiliki
sikap toleransi terhadap umat beragama lain, dengan saling menghormati dan
memelihara hak dan kewajibannya masing-masing.
c.
Memiliki
pemahaman tentang irama kehidupan yang bersifat fluktuatif antara yang
menyenangkan (anugrah) dan yang tidak menyenangkan (musibah), sertadan mampu
meresponnya secara positif sesuai dengan ajaran agama yang dianut.
d.
Memiliki pemahaman dan penerimaan diri secara objektif dan
konstruktif, baik yang terkait dengan keunggulan maupun kelemahan; baik fisik
maupun psikis.
e.
Memiliki sikap positif atau respek terhadap diri sendiri dan
orang lain.
f.
Memiliki
kemampuan untuk melakukan pilihan secara sehat
g.
Bersikap
respek terhadap orang lain, menghormati atau menghargai orang lain, tidak
melecehkan martabat atau harga dirinya. Memiliki rasa tanggung jawab, yang
diwujudkan dalam bentuk komitmen terhadap tugas atau kewajibannya.
h.
Memiliki
kemampuan berinteraksi sosial (human relationship), yang diwujudkan dalam
bentuk hubungan persahabatan, persaudaraan, atau silaturahim dengan sesama
manusia.
i.
Memiliki
kemampuan dalam menyelesaikan konflik (masalah) baik bersifat internal (dalam
diri sendiri) maupun dengan orang lain.
j.
Memiliki
kemampuan untuk mengambil keputusan secara efektif.
Ø Tujuan bimbingan dan konseling yang
terkait dengan aspek akademik (belajar) adalah :
a. Memiliki kesadaran tentang potensi
diri dalam aspek belajar, dan memahami berbagai hambatan yang mungkin muncul
dalam proses belajar yang dialaminya.
b. Memiliki sikap dan kebiasaan belajar
yang positif, seperti kebiasaan membaca buku, disiplin dalam belajar, mempunyai
perhatian terhadap semua pelajaran, dan aktif mengikuti semua kegiatan belajar
yang diprogramkan.
c. Memiliki motif yang tinggi untuk
belajar sepanjang hayat.
d. Memiliki keterampilan atau teknik
belajar yang efektif, seperti keterampilan membaca buku, mengggunakan kamus,
mencatat pelajaran, dan mempersiapkan diri menghadapi ujian.
e. Memiliki keterampilan untuk
menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan, seperti membuat jadwal belajar,
mengerjakan tugas-tugas, memantapkan diri dalam memperdalam pelajaran tertentu,
dan berusaha memperoleh informasi tentang berbagai hal dalam rangka mengembangkan
wawasan yang lebih luas.
f. Memiliki kesiapan mental dan
kemampuan untuk menghadapi ujian.
Ø Tujuan bimbingan dan konseling yang
terkait dengan aspek karir adalah :
a. Memiliki pemahaman diri (kemampuan,
minat dan kepribadian) yang terkait dengan pekerjaan.
b. Memiliki pengetahuan mengenai dunia
kerja dan informasi karir yang menunjang kematangan kompetensi karir.
c. Memiliki sikap positif terhadap
dunia kerja. Dalam arti mau bekerja dalam bidang pekerjaan apapun, tanpa merasa
rendah diri, asal bermakna bagi dirinya, dan sesuai dengan norma agama.
d. Memahami relevansi kompetensi
belajar (kemampuan menguasai pelajaran) dengan persyaratan keahlian atau
keterampilan bidang pekerjaan yang menjadi cita-cita karirnya masa depan.
e. Memiliki kemampuan untuk membentuk
identitas karir, dengan cara mengenali ciri-ciri pekerjaan, kemampuan
(persyaratan) yang dituntut, lingkungan sosiopsikologis pekerjaan, prospek
kerja, dan kesejahteraan kerja.
f. Memiliki kemampuan merencanakan masa
depan, yaitu merancang kehidupan secara rasional untuk memperoleh peran-peran
yang sesuai dengan minat, kemampuan, dan kondisi kehidupan sosial ekonomi.
g. Dapat membentuk pola-pola karir,
yaitu kecenderungan arah karir. Apabila seorang konseling bercita-cita menjadi
seorang guru, maka dia senantiasa harus mengarahkan dirinya kepada
kegiatan-kegiatan yang relevan dengan karir keguruan tersebut.
h. Mengenal keterampilan, kemampuan dan
minat. Keberhasilan atau kenyamanan dalam suatu karir amat dipengaruhi oleh
kemampuan dan minat yang dimiliki
Fungsi bimbingan konseling
a. Fungsi Pemahaman, yaitu fungsi bimbingan dan
konseling membantu konseli agar memiliki pemahaman terhadap dirinya
(potensinya) dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, dan norma agama).
Berdasarkan pemahaman ini, konseli diharapkan mampu mengembangkan potensi
dirinya secara optimal, dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara
dinamis dan konstruktif.
b. Fungsi Preventif, yaitu fungsi yang berkaitan dengan
upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin
terjadi dan berupaya untuk mencegahnya, supaya tidak dialami oleh konseli.
Melalui fungsi ini, konselor memberikan bimbingan kepada konseli tentang cara
menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya.
c. Fungsi Pengembangan, yaitu fungsi bimbingan dan
konseling yang sifatnya lebih proaktif dari fungsi-fungsi lainnya. Konselor
senantiasa berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, yang
memfasilitasi perkembangan konseli. Konselor dan personel Sekolah/Madrasah
lainnya secara sinergis sebgai teamwork berkolaborasi atau bekerjasama
merencanakan dan melaksanakan program bimbingan secara sistematis dan
berkesinambungan dalam upaya membantu konseli mencapai tugas-tugas
perkembangannya. Teknik bimbingan yang dapat digunakan disini adalah pelayanan
informasi, tutorial, diskusi kelompok atau curah pendapat (brain storming),home room, dan
karyawisata.
d. Fungsi Penyembuhan, yaitu fungsi bimbingan dan konseling
yang bersifat kuratif. Fungsi ini berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan
kepada konseli yang telah mengalami masalah, baik menyangkut aspek pribadi,
sosial, belajar, maupun karir. Teknik yang dapat digunakan adalah konseling,
dan remedial teaching.
e. Fungsi Penyaluran, yaitu fungsi bimbingan dan
konseling dalam membantu konseli memilih kegiatan ekstrakurikuler, jurusan atau
program studi, dan memantapkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan
minat, bakat, keahlian dan ciri-ciri kepribadian lainnya. Dalam melaksanakan
fungsi ini, konselor perlu bekerja sama dengan pendidik lainnya di dalam maupun
di luar lembaga pendidikan.
f. Fungsi Adaptasi, yaitu fungsi membantu para
pelaksana pendidikan, kepala Sekolah/Madrasah dan staf, konselor, dan guru
untuk menyesuaikan program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan, minat,
kemampuan, dan kebutuhan konseli. Dengan menggunakan informasi yang memadai
mengenai konseli, pembimbing/konselor dapat membantu para guru dalam
memperlakukan konseli secara tepat, baik dalam memilih dan menyusun materi
Sekolah/Madrasah, memilih metode dan proses pembelajaran, maupun menyusun bahan
pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kecepatan konseli.
g. Fungsi Penyesuaian, yaitu fungsi bimbingan dan
konseling dalam membantu konseli agar dapat menyesuaikan diri dengan diri dan
lingkungannya secara dinamis dan konstruktif.
h. Fungsi Perbaikan, yaitu fungsi bimbingan dan
konseling untuk membantu konseli sehingga dapat memperbaiki kekeliruan dalam
berfikir, berperasaan dan bertindak (berkehendak). Konselor melakukan
intervensi (memberikan perlakuan) terhadap konseli supaya memiliki pola
berfikir yang sehat, rasional dan memiliki perasaan yang tepat sehingga dapat
mengantarkan mereka kepada tindakan atau kehendak yang produktif dan normatif.
i.
Fungsi
Fasilitasi, memberikan
kemudahan kepada konseli dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang
optimal, serasi, selaras dan seimbang seluruh aspek dalam diri konseli.
j.
Fungsi
Pemeliharaan, yaitu
fungsi bimbingan dan konseling untuk membantu konseli supaya dapat menjaga diri
dan mempertahankan situasi kondusif yang telah tercipta dalam dirinya. Fungsi
ini memfasilitasi konseli agar terhindar dari kondisi-kondisi yang akan
menyebabkan penurunan produktivitas diri. Pelaksanaan fungsi ini diwujudkan
melalui program-program yang menarik, rekreatif dan fakultatif (pilihan) sesuai
dengan minat konseling.
Jenis Layanan
Bimbingan Konseling
a. Orientasi,
yaitu layanan yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru, terutama
lingkungan sekolah/madrasah dan obyek-obyek yang dipelajari, untuk menyesuaikan
diri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkungan yang
baru.
b. .Informasi,
yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai
informasi diri, sosial, belajar, karir/jabatan, dan pendidikan lanjutan.
c. Penempatan
dan Penyaluran, yaitu layanan yang membantu peserta didik memperoleh penempatan
dan penyaluran yang tepat di dalam kelas, kelompok belajar, jurusan/program
studi, program latihan, magang, dan kegiatan ekstra kurikuler.
d. Penguasaan
Konten, yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu,
terumata kompetensi dan atau kebiasaan yang berguna dalam kehidupan di sekolah,
keluarga, dan masyarakat.
e. Konseling
Perorangan, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam mengentaskan
masalah pribadinya.
f. Bimbingan
Kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi,
kemampuan hubungan sosial, kegiatan belajar, karir/jabatan, dan pengambilan
keputusan, serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok.
g. Konseling
Kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan
pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok.
h. Konsultasi,
yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh
wawasan, pemahaman, dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani
kondisi dan atau masalah peserta didik.
i.
Mediasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik
menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antarmereka.
Bimbingan Karir
Bimbingan karir yaitu bimbingan untuk
membantu individu dalam perencanaan, pengembangan dan pemecahan masalah-masalah
karir seperti : pemahaman terhadap jabatan dan tugas-tugas kerja, pemahaman
kondisi dan kemampuan diri, pemahaman kondisi lingkungan, perencanaan dan
pengembangan karir, penyesuaian pekerjaan dan pemecahan masalah-masalah karir
yang dihadapi.
Bimbingan karir juga merupakan layanan
pemenuhan kebutuhan perkembangan individu sebagai bagian integral dari program
pendidikan. Bimbingan karir terkait dengan perkembangan kemampuan kognitif,
afektif, maupun keterampilan individu dalam mewujudkan konsep dari yang
positif, memahami proses pengambilan keputusan, maupun perolehan pengetahuan
dalam keterampilan yang akan membantu dirinya memasuki sistem kehidupan sosial
budaya yang terus menerus berubah.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan
bahwa bimbingan karir merupakan upaya bantuan terhadap individu agar dapat
mengenal dan memahami dirinya, mengenal dunia kerjanya, mengembangkan masa
depannya yang sesuai dengan bentuk kehidupannya yang diharapkan. Lebih lanjut dengan
layanan bimbingan karir individu mampu membentuk dan mengambil keputusan secara
tepat dan bertanggung jawab atas keputusan yang diambilnya sehingga mereka
mampu mewujudkan dirinya secara bermakna.
bimbingan karier
dimaksudkan untuk:
a. Mengembangkan
sikap positif terhadap segala jenis pekerjaan. Dalam hal ini guru kelas harus
berhati-hati. Guru kelas menunjukkan atau menampilkan prasangka ataupun
kecenderungan tertentu terhadap jenis-jenis pekerjaan (misalnya, pekerjaan
tertentu disikapi positif, sedang lainnya disikapi negatif).
b. Membawa
para siswa menyadari betapa luasnya dunia kerja yang ada, terentang dari
pekerjaan yang dijabat orang tua sampai ke segala macam pekerjaan di
masyarakat.
c. Menjawab
berbagai pertanyaan para siswa tentang pekerjaan. Dorongan ingin tahu anak-anak
akan membawa mereka menanyakan segala sesuatu tentang pekerjaan. Dalam hal ini
jawaban atau informasi yang tepat dan benar harus segera diberikan setiap waktu
bertanya.
d. Menekankan
jasa dari masing-masing jenis pekerjaan, yaitu untuk kesejahteraan hidup rumah
tangga dan masyarakat (tidak hanya mengemukakan besarnya gaji atau penghasilan
yang diperoleh melalui pekerjaan itu). Perlunya bakat atau
kemampuan/keterampilan khusus untuk jenis-jenis pekerjaan tertentu, terutama
pekerjaan yang bermanfaat bagi pemberian bantuan kepada sesama manusia,
hendaklah disampaikan.
Di samping
itu, informasi pekerjaan untuk siswa kelas tinggi SD perlu diperluas dan
diperkuat. Hal ini bertujuan agar mereka memahami bahwa:
a. Pekerjaan
ada di mana-mana, di tingkat desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, negara,
bahkan dunia. Pada tingkat perkembangan itu, siswa mulai membandingkan
pekerjaan-pekerjaan yang ada di desa dan di kota, di daerahnya sendiri dan di
daerah lain. Siswa dirangsang untuk mulai menyadari bahwa ada banyak macam cara
yang dilakukan oleh manusia untuk mencari penghidupan dan memenuhi kebutuhan
melalui berbagai jenis pekerjaan.
b. Terdapat
saling ketergantungan antara pekerjaan yang satu dengan yang lainnya. Pada diri
siswa, perlu dikembangkan bahwa untuk terlaksananya suatu pekerjaan dengan
baik, para pekerja saling terkait antara yang satu dengan yang lainnya. Oleh
karenanya para pekerja itu harus saling membantu dan bekerja sama.
c. Baik
kemampuan khusus maupun ciri-ciri kepribadian tertentu diperlukan untuk
mencapai keberhasilan bagi sebagian jenis pekerjaan.
d. Untuk
memilih suatu pekerjaan diperlukan informasi yang tepat (yaitu tentang hakikat
pekerjaan itu sendiri, latihan yang diperlukan, kondisi kerja, dsb).
e. Ada
berbagai masalah yang mungkin dihadapi oleh orang-orang yang menginginkan
pekerjaan tertentu (seperti peralatan mahal, biaya untuk program pendidikan dan
pelatihan mahal dan waktunya lama, kondisi kerja kurang menyenangkan, dsb).
f. Untuk
memilih pekerjaan atau karier di masa depan perlu kehati-hatian dan
pertimbangan yang matang.
Bimbingan konseling
komprehensif
bimbingan
Konseling komprehensif adalah suatu program pendidikan di sekolah yang diberkan
oleh konselor sebagai penanggung jawab dan pelaksana program bimbingan
konseling di sekolah. dalam pekembanganya para ahli bimbingan dan konseling
selalu mengadakan penelitian dan pembaharuan pada layanan yang diberikan di
sekolah. bimbingan konseling sendiri di Indonesi sejak tahun 1975 sampai tahun
2011 telah mengalami perubahan-perubahan sebagai bentuk pengembangan layana
yang mengikuti perkembangan dunia. pada awalnya bimbingan konseling dikenal
sebagai bentuk layanan yang diberikan sekolah kepaa sisiwa yang bermasah atau
mengalami hambatan dalam proses pembelajaran. namun ketika kondisi jaman berkembang
pesat seperti pada masa sekarang ini bimbingan konseling tidak lagi berperan
sebagai pembantu konseli(siswa yang memerlukan bantuan konselor) dalam
menyelesaikan masalah.
bimbingan
konseling komprehensif yang telah dikenalkan sekarang ini adalah program
bimbingan konseling yang bertujuan untuk memandirikan peserta didik. bentuk
layanan yang diberikan tidak lagi berfungsi membantu peserta didik
menyelesaikan masalahnya namun mengembangkan potensi peserta didik berasarkan
perkembangannya sehingga disebutlah bahwa BK komprehensif adalah sama dengan BK
berbasis perkembangan. untuk mencapai kemandirian peserta didik tersebut
konselor tidak lagi mengedepankan fungsi kuratif, namun lebih menekankan fungsi
pencegahan/preventif dan perkembangan/developmental. bentuk layanan yang di
berikan berupa 4 layanan dasar yang meliputi program-program yang direncanakan
konselor untuk megembangkan potensi peserta didik berupa program bimbingan
kelompok, assesment, an layanan-layanan lain.
- Layanan responsif, adalah layanan yang diberikan kepada peserta didik yang memerlukan bantuan khusus, misalnya konseling, referal, konsultasi,
- Perencanaan individual, yaitu layanan yang diberikan konselor untuk membantu individu merencanakan kariernya, misalnya tes bakat minat, analisis hasil belajar, konslutasi dengan orang tua an lain sebagainya yang dapat membantu peserta didik menentukan pilihan karier yang sesuai dengan kebutuhannya dan pengharapan orang lain disekitarnya.
- Dukungan sistem, meliputi keterampilan konselor, dukungan pihak sekolah, ketersediaan instrument bimbingan, sarana-prasarana, dukungan orang tua dan peserta didik.
- Dukungan sistem, meliputi keterampilan konselor, dukungan pihak sekolah, ketersediaan instrument bimbingan, sarana-prasarana, dukungan orang tua dan peserta didik.
Contoh layanan
komprehensif
1. Kelas
rendah
·
Mengenalkan perbedaan antar kawan
·
Menggambarkan perkembangan diri
·
Mengenalkan keterampilan yang di miliki
·
Menjelaskan keterampilan yang dimiliki
·
Mengenalkan kegiatan-kegiatan yang
menarik
·
Mengenalkan bahwa seseorang dapat
memiliki banyak peran
·
Contoh kongkritnya yaitu dengan
mencontoh pekerjaan orang tua, misalnya Ibu yang berperan sebagai ibu rumah
tangga tetapi juga dapat berperan sebagai seseorang yang bekerja membantu ayah
dalam kehidupan rumah tangga.
2. Kelas
tinggi
·
Menjelaskan manfaat mencontoh orang
berhasil
·
Melatih siswa membayangkan hal yang
dilakukan kira-kira 25 tahun yang akan dating
·
Membimbing siswa tentang macam-macam
gaya hidup dan pengaruhnya
·
Contoh kongkritnya ialah dengan
menggunakan orang-orang sekitar yang telah sukses agar siswa SD termotivasi
untuk sukses juga.
BAB
III
KESIMPULAN
bimbingan dan konseling yaitu suatu bantuan yang diberikan
oleh konselor kepada konseli agar konseli mampu menyelesaikan masalah yang
dihadapinya dan juga mampu mengembangkan potensi yang dimilikinya.
Tujuan bimbingan konseling di bagi
menjadi :
- Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek pribadi-sosial konseling
- Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek akademik (belajar)
- Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek karir
Fungsi bimbingan konseling adalah
fungsi pemahaman, preventif, pengembangan, penyembuhan, penyaluran, adaptasi,
penyesuaian, perbaikan, fasilitas dan pemeliharaan.
Jenis- jenis bimbingan konseling meliputi
: Orientasi,
Informasi,
Penempatan
dan Penyaluran, Penguasaan Konten, Konseling
Perorangan, Bimbingan Kelompok, Konseling
Kelompok, Konsultasi dan Mediasi.
Bimbingan
karier adalah Bimbingan karir yaitu bimbingan untuk membantu individu
dalam perencanaan, pengembangan dan pemecahan masalah-masalah karir.
Bimbingan komprehensif merupakan suatu
program pendidikan di sekolah yang diberkan oleh konselor sebagai penanggung
jawab dan pelaksana program bimbingan konseling di sekolah.
Contoh
bimbingan komprehensif dibagi menjadi 2 yaitu kelas rendah dan kelas tinggi.
DAFTAR
PUSTAKA
Riswanto.
2010. BK Karier di SD. ( Online ). Diakses tanggal 18 november 2015.https://riswantobk.wordpress.com/2010/12/06/bk-karier-di-sd/
Wahyu, Aries. 2014. BIMBINGAN KONSELING (Pengertian, Tujuan, Manfaat, Fungsi, Asas) . ( online ). Diakses tanggal 18 november 2015. http://tholearies.blogspot.co.id/2014/02/bimbingan-konseling-pengertian-tujuan.html
bimbingan
konseling komprehensif. ( online ). Diakses tanggal 18 november 2015.https://rindategar.wordpress.com/bimbingan-konseling-komprehensif/
Jayanti,
Ketut Depi. Makalah layanan bimbingan konseling.( online ) Diakses tanggal 18 november 2015. http://ketutdepi.blogspot.co.id/2014/06/makalah-layanan-bimbingan-konseling.html






0 komentar:
Posting Komentar