MAKALAH
PIRANTI KELUARAN
Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengantar
Teknologi Informasi yang Dibina
oleh Bapak
Fajar Surya Hutama, S. Pd, M. Pd
Oleh :
Kelompok
5 / Kelas L
Trio Handoko 130210204111
Ni’matul Hadian AzizaH 130210204122
Nurliana
Mawaddah 150210204015
Fatrikah Choirul Umami 150210204020
PROGRAM
STUDI S1 PENDIDIKAN
GURU SEKOLAH DASAR
JURUSAN ILMU PENDIDIKAN
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
JEMBER
2016
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kepada
Allah Subhanahu wa ta’ala atas karunia, hidayah dan nikmatnya penulis dapat
menyelesaikan makalah ini
dengan baik dan tepat waktu. Penulisan makalah ini bertujuan
untuk memenuhi salah satu tugas yang diberikan oleh dosen pengampu mata kuliah Pengantar Teknologi Informasi Bapak Fajar
Surya Hutama S.Pd,
M.Pd.
Makalah ini ditulis dari hasil ungkapan
pemikiran kami sendiri yang bersumber dari internet dan
buku sebagai referensi. Tak lupa penyusun ucapkan terima kasih kepada pengajar
mata kuliah Pengantar Teknologi
Informasi atas bimbingan dan arahan dalam penulisan makalah ini, juga kepada rekan-rekan mahasiswa
yang telah mendukung terselesaikannya
makalah ini.
Penyusun menyadari, penyusunan makalah ini
masih jauh dari sempurna, serta masih banyak kekurangan. Penyusun mohon kritik dan saran dari
rekan-rekan semua kearah kesempurnaan makalah ini. Akhirnya penyusun berharap, makalah ini bisa nermanfaat bagi penyusun sendiri ataupun semua pihak
yang memerlukan.
Demikan
makalah ini, semoga dapat bermanfaat bagi penulis dan yang membacanya,
sehingga menambah wawasan dan pengetahuan, Aamiin.
Jember, 22 Maret 2016
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN
JUDUL.......................................................................................... i
KATA
PENGANTAR....................................................................................... ii
DAFTAR
ISI....................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN................................................................................... 1
1.1
Latar
Belakang........................................................................................... 1
1.2
Rumusan
Masalah....................................................................................... 1
1.3
Tujuan......................................................................................................... 2
BAB
II PEMBAHASAN.................................................................................... 3
2.1 Definisi Alat Output
atau Outpute Device................................................. 3
2.2 Macam–macam Peralatan Output Device................................................... 3
BAB III PENUTUP........................................................................................... 19
3.1
Kesimpulan.............................................................................................. 19
DAFTAR RUJUKAN............................................................................................. 20
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Komputer merupakan alat modern yang tidak bisa
dilepaskan dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari mengerjakan
pekerjaan kantor, multimedia, bahkan hiburan. Akhir-akhir
ini perkembangan komputer semakin berkembang dan masih akan terus berkembang
tanpa batas. Kita sebagai manusia mau tidak mau harus mengikuti perkembangan
kemajuan teknologi khususnya bidang komputerisasi agar kita tidak termakan oleh
alat yang kita buat sendiri.
Kumpulan lagu-lagu yang sebelumnya hanya dapat
didengarkan melalui media kaset atau piringan hitam, saat ini sudah mulai
dikemas dalam bentuk compact disk
(CD) yang dapat didengarkan dengan menggunakan komputer multimedia. Belum lagi
perkembangan teknologi komputer di bidang kesehatan yang maju sangat pesat
untuk membantu diagnoss penyakit dan proses
penyembuahnnya, dan masih banyak lagi
bidang-bidang kehidupan manusia yang saat ini sudah menggunakan peralatan
komputer.
Ditengah kemajuan komputer apakah kita ketahui
perkembangan perangkat kerasnya (hardware),
dan salah satu perkembanggannya adalah output
device atau disebut juga perangkat
keluaran dan tentunya penting bagi kita untuk mengetahuimya agar kita bisa
mengikuti perkembangan tersebut dan dalam melakukan pembeliannya kita bisa
membeli dengan teliti serta menyesuaikan dengan kebutuhan kita. Atas dasar
itulah kami menyusun makalah ini. Didalam makalah ini akan dibahas mengenai
perkembangan perangkat keras hardware
terutama pada output device.
1.2
Rumusan Masalah
Dari latar belakang tersebut, maka rumusan
masalah pada penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana gambaran umum mengenai sistem output device ?
2. Apa saja alat yang termasuk kedalam sistem
output device ?
1.3
Tujuan
Dari
rumusan masalah tersebut, maka tujuan
masalah pada penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk
mengetahui bagaimana gambaran umum mengenai sistem output
device.
2. Untuk
mengetahui apa saja alat yang termasuk kedalam sistem output.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi alat output atau outpute device
Secara umum alat keluaran atau output device adalah peralatan yang memberikan keluaran yang
berguna untuk megetahui apakah sebuah pemrosessan berjalan dengan benar atau
tidak. Output yang dihasilkan dari pemroses dapat digolongkan menjadi empat
bentuk, yaitu tulisan (huruf, angka, simbol khusus), image (dalam bentuk grafik
atau gambar), suara, dan bentuk lain yang dapat dibaca oleh mesin (machine-readable form). Tiga
golongan pertama adalah output yang dapat digunakan langsung oleh manusia,
sedangkan golongan terakhir biasanya digunakan sebagai input untuk proses
selanjutnya dari komputer.
Peralatan output dapat berupa:
1. Hard-copy device, yaitu alat yang digunakan untuk mencetak
tulisan dan image pada media keras seperti kertas atau film.
2. Soft-copy device, yaitu alat yang digunakan untuk menampilkan
tulisan dan image pada media lunak yang berupa sinyal elektronik.
3. Drive device atau driver, yaitu alat yang digunakan untuk merekam simbol dalam bentuk yang hanya
dapat dibaca oleh mesin pada media seperti magnetic
disk atau magnetic tape. Alat ini
berfungsi ganda, sebagai alat output dan juga sebagai alat input.
Output bentuk pertama sifatnya
adalah permanen dan lebih portable
(dapat dilepas dari alat outputnya dan dapat dibawa ke mana-mana). Alat yang
umum digunakan untuk ini adalah printer,
dan alat microfilm, sedangkan output bentuk kedua dapat berupa video display, flat
panel, dan speaker dan,
alat output bentuk ketiga yang
menggunakan media magnetic disk adalah disk
drive, dan yang menggunakan media magnetic tape adalah tape drive.
2.2Macam–macam Peralatan Output Device
2.2.1
Softcopy
Soft
copy device adalah alat yang dipergunakan untuk menampilkan tulisan (kata,
angka, karakter khusus, dan simbol-simbol) serta gambar dan grafik pada media
lunak (soft media) yang berupa sinyal
elektronik. Contoh : video display (monitor), speaker, Headphone.
1. Monitor
Monitor adalah salah satu jenis soft-copy device, karena keluarannya adalah berupa signal elektronik, dalam hal ini berupa gambar yang tampil di layar
monitor. Gambar yang tampil adalah hasil pemrosesan data ataupun informasi masukan. Monitor memiliki berbagai ukuran layar seperti layaknya sebuah televisi. Tiap merek dan ukuran monitor memiliki tingkat resolusi yang berbeda. Resolusi inilah yang akan menentukan ketajaman gambar yang dapat ditampilkan pada layar monitor.
Berdasarkan
teknologi pembuatannya monitor terbagi menjadi CRT (Chatode Ray Tube) dan layar datar (flat panel display).
1)
Ukuran monitor
Ukuran monitor
didasarkan pada panjang diagonal dari area yang kita lihat. Monitor mempunyai
ukuran yang bervariasi 14”, 15”, 17”, 19”, 21”. Untuk laptop biasanya layar
yang digunakan berukuran 12,1” 13,3” 14,1”. Semakin besar ukurannya(dalam inci)
maka semakin luas gambar yang dapat ditampilkan pada monitor.
2)
Resolusi Monitor
Ukuran resolusi
ditentukan oleh jumlah piksel (berasal dari picture element) yang merupakn
titik terkecil pada tampilan dilayar bisa ditampung dalam koordinat X dan
Y (640x480, 800x600, atau 1024x768). Semakin besar resolusi yang dimiliki
monitor kualitas tampilan pada layarnya akan semakin bagus. Berikut berbagai
standar resolusi untuk monitor :
a.
CGA (Color
Graphic Adapter) Tipe monitor standar IBM yang mempunyai kualitas
resolusi rendah. Monitor ini hanya mampu menampilkan 4 warna dalam mode
grafis.
b.
EGA (Enhanced
Graphic Adapter) EGA merupakan tipe monitor yang tingkatannya di atas
CGA. Monitor ini mampu menampilkan 16 warna dalam mode grafis.
c.
EPGA (Enchanced
Professional Graphic Adapter) Monitor ini mampu menampilkan 256 warna
pada mode grafis. Monitor ini disebut juga sebagai monitor PEGA atau PGA.
d.
VGA (Visual
Graphic Adapter) VGA merupakan tipe monitor yang sekarang banyak
digunakan. Gambar yang dihasilkan mempunya warna sampai jutaan. Mode grafisnya
tampak lebih nyata di mata. Digunakan pada komputer 80386 dan 80486.
e.
SVGA (Super Visual
Graphic Array) dapat menghasilkan 16 juta warna. Biasa digunakan pada
monitor 14” dan 15”.
f.
XGA (Extended
Graphic Array) memiliki jumlah piksel 1024x768 dan dapat menghasilkan
65.536 warna. Lazim digunakan pada monito 17” dan 19”.
g.
SXGA (Super Extended
Graphic Array) memiliki jumlah piksel C 1280x1024. Lazim digunakan
pada monitor 19” dan 21”. UXGA (Ultra Extended Graphic Array) memiliki
jumlah piksel 1600 x 1200.
3)
Dot
Pitch
Menunjukkan
jarak antara dua piksel. Semakin dekat jaraknya, maka gambar pada monitor
akan semakin halus.
4)
Kecepatan Refresh ( Refresh Rate)
Menunjukkan
jumlah pemayaran ulang piksel per detik, sehingga tampilan piksel tetap jelas.
Semakin tinggi kecepatan refresh,
maka tampilan di layar akan terlihat semakin nyata. Kecepatan refresh
dinyatakan dalam satuan Hertz. Monitor yang baik minimal refresh 75Hz (
dalam 1 detik citra ditampilkan 75X).
5)
Interlaced
dan Noninterlaced
Interlaced Monitor
adalah jenis monitor yang menampilkan informasi dalam layar melalui 2 tahapan.
Contonya pada televisi. Efek dari interlaced monitor adalah kerdip, sedangkan NonInterlaced adalah jenis monitor yang
menampilkan informasi dengan 1 tahapan.
6)
Kedalaman Warna
Adalah
jumlah bit yang dipergunakan untuk menyimpan ketentuan tentang sebuah pixel,
menentukan banyaknya variasi warna yang dapat dihasilkan monitor.
7)
Jenis–Jenis Monitor
Menurut
bentuknya monitor dibedakan menjadi tiga, yaitu: monitor CRT, monitor LCD, monitor
plasma.
a.
Cathode Ray Tube (CRT)
CRT merupakan teknologi display yang
dominan. CRT bekerja dengan
Melewatkan aliran electron dari ala tsemacam electron guna difokuskan, dan diarahkan kemedan magnet. Cahaya mengenai layar yang dilapisi fospor (phosphor-coatedscreen) yang kemudian diaktifkan oleh elektron sehingga berpencar. Monitor CRT bekerja dengan cara menggerakkan sorotan electron secara maju-mundur di balik layar. Setiap sorotan itu mengenai titik fosfor yang ada di tabung gelas monitor dan selanjutnya menerangi begitu banyak garis dari atas hingga bawah layar sehingga gambar dimunculkan.

Gambar 2.1 Monitor Cathode Ray Tube (CRT)
Kelebihan
Monitor CRT :
·
Warna lebih akurat dan
tajam. Monitor CRT memiliki warna yang akurat atau hampir sama dengan aslinya.
Karena alasan inilah para desainer dan editor foto lebih suka menggunakan CRT
dibanding LCD. Selain itu, gradasi warna pada monitor CRT masih lebih baik
dibanding LCD.
·
Resolusi monitor ini
fleksibel. Monitor CRT dapat menggunakan berbagai variasi resolusi tanpa
mengalami penurunan kualitas gambar.
·
Perawatan mudah, jika
rusak dapat di servis. Perawatan monitor CRT masih lebih mudah dibanding LCD,
LCD perawatanya harus ekstra hati-hati. Selain itu, jika monitor CRT rusak
masih dapat diservis, sedangkan LCD rusak sudah pasti masuk sampah. Selain itu,
monitor CRT lebih tahan jika terbentur atau tersentuh jari tangan pada
displaynya
·
Bebas dead pixel,
ghosting, dan viewing angle. Monitor CRT tidak terdiri dari pixel-pixel seperti
LCD, sehingga jelas-jelas tidak akan mengalami dead pixel. Monitor CRT dapat dilihat dari berbagai sisi, tidak
seperti LCD yang bergantung pada spesifikasi viewing angle. Monitor CRT tidak
mengenal response time, sehingga relatif bebas efek ghosting.
·
Harga lebih murah.
Kelebihan dari segi harga inilah yang membuat monitor CRT masih populer.
Kekurangan
Monitor CRT :
·
Konsumsi listrik.
Monitor CRT mengkonsumsi daya listrik 2x lipat dibanding
LCD pada ukuran inch yang sama.
·
Bergantung pada refreshrate. Agar mata tidak lelah
mengunakan monitor CRT, gunakan
refreshrate diatas 70hz. Monitor CRT high end mampu menawarkan refreshrate
hingga 120hz bahkan lebih. Makin tinggi makin baik tentunya. Hal ini tidak
berlaku bagi monitor LCD.
·
Radiasi lebih besar.
Tidak dapat dipungkiri, monitor CRT memancarkan radiasi yang lebih besar
dibanding monitor LCD. Radiasi ini memiliki dampak negatif bagi mata, sehingga
mata cepat lelah atau bahkan membuat kepala pusing bagi yang sensitif.
·
Rentan distorsi, glare
dan flicker. Ini adalah masalah klasik bagi monitor CRT. Efek distorsi akan terlihat saat kita
menggambar lingkaran dengan menggunakan
coreldraw atau software lain. Jika refreshrate terlalu rendah, menyebabkan monitor menjadi berkedip-kedip (flicker) dan glare (over brightness).
·
Dimensi besar dan
berat. Monitor CRT memiliki ukuran yang besar dan berat, sehingga tidak cocok untuk ruangan
sempit, karena banyak makan tempat. Cukup melelahkn jika monitor sering
dipindah-pindahkan karena cukup berat.
b.
LCD (Liquid Crystal Display)
LCD dikenal sebagai monitor flat atau latar data dengan resolusi rendah, yang memiliki kemampuan menampilkan warna sampai jutaan. LCD menggunakan persenyawaan cair yang mempunyai struktur molekul polar dan diapit oleh dua elektode yang transparan.
Liquid Crystal Display (LCD) memiliki prinsip kerja yang sama dengan jam digital, yaitu sebuah lapisan tipis liquid cristal diapit oleh dua piringan gelas. Piringan gelas yang paling atas bersifat transparan dan terpolarisasi (polarized).
Piringan bagian bawah bersifat reflektif. Respon yang lambat dari Kristal mengakibatkan titik terang (flicker) pada layar tidak kelihatan. Intensitas pancaran cahaya yang rendah ditambah dengan sedikitnya flicker menyebabkan
LCD tidak melelahkan bagi mata dibandingkan dengan CRT.

Gambar 2.2 Monitor LCD
Kelebihan
Monitor LCD :
·
Konsumsi listrik rendah.
·
Tidak menghasilkan
radiasi elektromagnet yang mengganggu kesehatan.
·
Tidak menimbulkan efek
kedipan (flicker free).
·
Area layarnya optimum
karena tidak termakan untuk bezel/frame.
·
Dimensinya tidak akan
menyita ruangan terlalu besar dan ringan untuk dijinjing.
·
Bentuknya stylish dan
enak dilihat.
·
Sinyal gambar digital.
Kekurangan
Monitor LCD :
·
Harganya lebih mahal
dibandingkan dengan monitor CRT.
·
Kualitas gambar yang
dihasilkan belum sebaik monitor CRT.
·
Resolusi gambar yang
dihasilkan lebih rendah dibandingkan monitor CRT Sudut viewable-nya terbatas.
Begitu kita mengeset sudut pandang, gambar terlihat akan berubah di
mata kita.
c.
Panel Layar Plasma (PDP)dan electroluminescent
Monitor plasma (atau lengkapnya adalah
monitor plasma gas) menggunakan gas untuk mengeluarkan cahaya. Teknologi pada
monitor ini kini diterapkan pada televisi datar berlayar lebar.
Monitor electroluminescent (EL) mengandung
bahan yang bercahaya manakala dialiri arus listrik. Sebuah pixel terbentuk pada
layar saat arus listrik dikirim ke perpotongan baris dan kolom yang sesuai.

Gambar 2.3 Monitor PDP
Kelebihan Monitor Plasma :
·
Menghasilkan warna hitam yang lebih baik dari LCD TV.
·
Contrast rasio yang tinggi (1:2.000.000).
·
Sudut pandang lebih lebih lebar.
·
Refresh Rate dan Response Time yang cepat,
meminimalisir tampilan
gambar kabur.
·
Bentuk ramping.
Kekurangan Monitor Plasma :
·
Gambar diam yang ditampilkan dalam waktu yang lama akan menimbulkan
burning dan gambar berbayang.
·
Kualitas gambar akan terus menurun seiring dengan lamanya penggunaan
·
Harga relatif mahal.
·
Memiliki ukuran pixel pitch yang besar.
·
Memiliki bobot yang sangat besar.
·
Konsumsi daya dan operasional suhu yang tinggi.
·
Cell plasma untuk perwakilan tiap pixel gambar hanya memiliki fungsion/off,
sehingga
reproduksi warna jauh lebih terbatasi dibandingkan tipe CRT
ataupun
LCD.
2. Speaker
Speaker merupakan Soft Copy Device karena akan memberikan informasi dalam bentuk suara. Apabila Anda mendengarkan
lagu melalui komputer yang terhubung Internet dan terhubung pada saluran
pemancar radion online, maka unit keluaran yang diperlukan adalah speaker. Rentang frekuensi suara yang
mampu dihasilkan sistem speaker adalah diantara 20 Hz – 20 Khz dan itu adalah
sesuai dengan rentang fekuensi pada pendengaran manusia.

Gambar 2.4 Speaker
3. Headphone
Headphone meruupakan merupakan Soft Copy Device karena
memiliki fungsi sama seperti speaker yaitu mengeluarkan Suara namun
dalam kapasita lebih kecil dibandingkan dengan speaker. Cara Kerjanya, suara yang telah
di input melalui Microphone dikirim ke Soundcard Data digital ini kemudian diolah/ diproses Oleh DSP (Digital Singnal Processing) yang bekerja dengan DAC (Data Analog
Converter), yang mengubah sinyal digital menjadi analog dan dikeluarkan melalui Headphones.

Gambar 2.5 Headphone
2.2.2
Hardcopy
Hardcopy
Alat yang digunakan untuk mencetak tulisan dan image pada
media keras, misalnya kertas atau film. Hard copy device bersifat permanen dan lebih portabel
(dapat dilepas dari alat outputnya dan dapat dibawa kemana-mana). Contoh : printer dan alat mikrofilm.
1. Printer
Printer merupakan sebuah alat
keluaran yang menghasilkan suatu gambaran data tetap berupa cetakan. Printer adalah jenis hard-copy device, karena keluaran hasil proses dicetak di atas kertas.
Berdasarkan teknologi pencetaknnya, piranti printer dibagi menjadi:
1)
Impact
Printer
Impact printers
adalah jenis printer yang memaksa print heads untuk mentransfer tinta ke
media cetak dengan cara print heads
menekan tinta sampai menyentuh kertas, mirip dengan cara kerja mesin tik. Impact printer menggunakan print heads yang berisi sejumlah pin
metal. Beberapa print heads hanya
memiliki 9 pin untuk menghasilkan titik–titik yang akan membentuk karakter. Dan
sebagian printer memiliki 24 pin untuk menghasilkan resolusi yang lebih baik.
Selain itu jenis printer ini terbatas pada pencetakkannya yang bersifat monochrome dengan huruf tunggal pada
setiap waktu cetak. Beberapa type
dari impact printer antara lain:
a.
Dot
Matrix Printer
Jenis printer
Dot Matrix merupakan printer yang metode pencetakannya menggunakan pita. Cetakan
yang dihasilkan terlihat seperti titik titik yang saling mengubungkan satu
dengan yang lainnya, sehingga hasil cetakan kurang halus dan juga kurang bagus.
Menurut sejarahnya jenis
printer dot metrix ini pada awalnya
menggunakan 9 Pin yang artinya dalam satu huruf akan dicetak dengan kombinasi
dari 9 titik, kemudian semakin berkembang menjadi 24 pin dan tentunya dengan
begitu hasil cetakan akan lebih halus.
Produsen printer jenis dot metrix yang cukup terkenal
adalah Epson, dengan produknya Epson
LX – 300, espson LX 800dll

Gambar 2.6 Dot Matrix Printer
b.
Daisy
Wheel Printer
Tipe
dari printer yang menghasilkan huruf
yang kualitasnya cukup baik. Cara kerja printer ini sama seperti mesin tik. Daisy wheel adalah piringan yang terbuat
dari plastik atau logam dimana pada setiap ujung dari piringan ini terdapat
karakter-karakter.Untuk mencetak karakter, printer memutar piringan sampai
huruf yang diinginkan berhadapan tepat dengan kertas dan palu langsung
menghantam piringan, memaksa
karakter untuk menekan tinta, dan meninggalkan bekas tinta di kertas. Jenis
karakter dari printer ini bisa dirubah dengan cara mengganti daisy wheel.

Gambar 2.7 Daisy Wheel Printer
2)
Non Impact Printer
Perbedaan dari Non Impact dengan impact printer adalah printer
jenis ini tidak menyentuh kertas untuk dapat menghasilkan cetakan. Printer yang
termasuk ke dalam kategori ini diantaranya: Inkjet Printer, line printer, Laser Printer, Thermal Printer, Multifungsi.
a.
Line Printer
Line printer merupakan printer
yang mempunyai kemampuan untuk mencetak satu baris (line) kata-kata dalam satu saat. kualitas huruf yang dihasilkan
oleh line printer tidaklah begitu istimewa jika dibanding dengan hasil dari
sebuah mesin ketik. Line printer memang
digunakan bukan untuk kualitas hurufnya, tetapi yang diperlukan adalah
kecepatannya dalam hal mencetak huruf baris demi baris. Line printer sanggup mencetak antara 300 hingga 6.000 line
dalam satu menit (lpm) tergantung jenis dan merk printer.

Gambar 2.8 Line
Printer
b.
Laser Printer
Sebagian dari laser printer
bentuknya mirip dengan mesin fotokopi. Daya cetaknya juga cukup banyak bisa
mencapai lebih dari 10 lembar per menit. Kualitas hasil cetak laser printer pun
sangat bagus, sehingga mirip sekali dengan aslinya. Selain itu hasil cetakan
cepat kering, tetapi harga printer ini cukup mahal.
Pada mesin foto-copy, pemfokusan gambar dilakukan oleh silinder yang berputar, karena output yang dihasilkan sangat memuaskan, maka printer jenis laser jet
sangat cocok digunakan oleh percetakan.

Gambar 2.9 laser
Printer
c.
Thermal
Printer
Printer ini menggunakan kepala cetak yang
berisi jarum-jarum besi yang masing-masing dipanasi secara terpisah. Kertas
yang digunakan adalah khusus yang peka terhadap panas.
Jarum besi yang
dipanasi, bila diletakkan dekat dengan kertas yang peka panas tersebut
menyebabkan bentuk karakter akan terbakar di kertas. Thermal printer tidak dapat mencetak bentuk yang berwarna.

Gambar 2.10 Thermal
Printer
d.
Inkjet Printer
Jenis printer Ink-jet merupakan
jenis printer yang metode pencetakannya menggunakan tinta cair. hasil cetak
yang dihasilan oleh jenis printer Ink jet lebih bagus dan halus jika
dibandingkan dengan jenis printer dot metrix, jenis printer ink jet ini juga bisa
menghasilan hasil cetakan warna.
Pada
printer jenis Ink jet menggunakan teknologi dor on demand, yaitu dengan cara
menyemprotkan titik titik kecil tinta pada kertas melalui nozzle atau lubang pipa yang sangat kecil. teknologi lainnya yang
dikembangkan oleh produsen printer seperti Canon dan HP dengan menggunakan
panas. panas tersebut dapat membuat gelembung-gelembung tinta sehingga jika
semakin panas akan semakin menekan tinta ke nozzle
yang ditentukan dan tercetak pada kertas. karena menggunakan tinta cairan hasil
cetaknya menunggu beberapa detik agar bisa kering. jenis printer ink jet ini
penempatan dan pengisian tintanya bisa dimodifikasi dengan teknik infus, yaitu
dengan menambahkan tabung tinta khusus pada bagian luar printer dan disambung
dengan selang kecil untuk dihubungkan pada bagian pencetak di mesin printer.

Gambar 2.11 Injek
Printer
e.
Multifungsi
Printer All In One atau disebut juga sebagai Printer Multifungsi (Multifunctions
Printer), merupakan jenis printer yang digunakan untuk menggambarkan
perangkat printer serbaguna (all in one/multifungsi),
fungsinya bukan lagi hanya sebagai alat cetak, tapi disematkan juga fungsi lain
semisal scanner, fax, telephone, atau lainnya. Secara sederhana, jenis printer ini akan mencukupi macam
kebutuhan hanya dengan satu prangkat.

Gambar 2.12 Printer Multifungsi
1.
Plotter
Plotter merupakan jenis printer yang dirancang secara khusus guna menghasilkan
output komputer yang berupa gambar ataupun grafik. Dengan menghubungkan plotter
pada sistem komputer, maka berbagai bentuk gambar akan dapat disajikan secara
prima. Landscape-arsitektur banyak
menggunakan plotter guna menghasilkan gambar landscape, potongan pohon, ataupun untuk membantu memvisualisasikan
efek dari segala kegiatan yang ada.

Gambar 2.13 Plotter
Jenis-jenis plotter
berdasarkan cara kerjanya:
Pada prinsipnya plotter pena memiliki satu pena atau
sejumlah pena berwarna-warni untuk menggambar pada kertas atau plastik
transparan. Plotter pena tidak
membuat keluaran berbentuk pola titik-titik, tetspi dalam bentuk garis
kontinyu.

Gambar 2.14 Plotter Pena
b. Plotter Elektrostatis
Pada plotter elektrostatis ini kertas
diletakkan pada tempat datar seperti meja, kemudian dibuat dengan prinsip kerja
seperti pada mensin foto kopi, yaitu dengan memberi tegangan listrik pada
kertas. Tegangan listrik tersebut yang akan menarik tinta untuk melekat pada
kertas. Tinta kemudian dicairkan dengan pemanasan. Kualitas jenis plotter ini tidak sebagus plotter pena, tetapi kecepatannya lebih
tinggi.

Gambar
2.15 Plotter Elektrostatis
c. Plotter Thermal
Plotter thermal
menggunakan pin yang dipanasi secara elektronis. Kemudian pin tersebut dilewatkan
pada jenis media yang peka terhadap panas, sehingga terbentuk gambar. Plotter thermal dapat digunakan untuk
mencetak pada kertas maupun pada film buram.
\
Gambar
2.16 Plotter Thermal
Jenis-jenis
Plotter berdasarkan perkembangannya :
a.
Plotter
Pemotong
Plotter
jenis ini dapat sekaligus memotonh bahan vinyl, karet, gabus, kulit, dan
lain-lain. Contoh pemanfaatannya yaitu pada industri sepatu atau industri
pakaian, untuk memotong pola atau bahan sekaligus.

Gambar
2.17 Plotter Pemotong
b. Plotter Format Lebar
Plotter format
lebar biasa digunakan oleh perusahaan grafis, karena plotter jenis ini dapat
membuat cetakan berwarna dalam kertas yang sangat lebar. Teknologi yang
digunakan ada yang menyerupai printer
ink-jet ataupun plotter thermal.

Gambar 2.18 Plotter
Format Lebar
2.
Computer Output
Microfilm (COM)
Computer
output Microfilm (COM) adalah piranti yang dapat menghasilkan gambar dalam
gulungan microfilm atau pada microfiche yang berisi banya khalaman dalam setiap
lembar.

Gambar 2.19 COM
2.2.3 Drive device
Drive device
yaitu alat penggerak untuk membaca atau merekam data dari atau ke media
simpanan luar, sehingga biasanya drive
device berfungsi ganda sebagai alat input dan alat output. Drive device terdiri dari
a.
Disk Drive, disebut juga sebagai magnetic disk unit
sebagai penggerak media disk. Mempunyai beberapa ukuranya itu harddisk
(cakramkeras) 14 dan 8 inci dan disk drive berukuran 8, 5 ¼ dan 3 ½ inci.

Gambar 2.20 Disk Drive
b.
Tape Drive, disebut juga sebagai
magnetic tape unit sebagai penggerak media
tape mempunyai read/write head yang dapat membaca atau
merekamkan data ke/dari pita magnetik. Magnetic tape dapat bekerja dengan
kecepatan yang tinggi.

Gambar
2.21 Tape Drive
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1.
Secara umum alat keluaran atau output device adalah peralatan yang memberikan keluaran yang
berguna untuk megetahui apakah sebuah pemrosessan berjalan dengan benar atau
tidak. Output yang dihasilkan dari pemroses dapat digolongkan menjadi empat
bentuk, yaitu tulisan (huruf, angka, simbol khusus), image (dalam bentuk grafik
atau gambar), suara, dan bentuk lain yang dapat dibaca oleh mesin (machine-readable form). Tiga
golongan pertama adalah output yang dapat digunakan langsung oleh manusia,
sedangkan golongan terakhir biasanya digunakan sebagai input untuk proses
selanjutnya dari komputer.
2.
Alat yang termaksuk kedalam sistem output device dapat berupa :
1)
Soft-copy device, yaitu alat yang
digunakan untuk menampilkan tulisan dan image pada media lunak yang berupa
sinyal elektronik.
Contoh: Monitor, Speaker, Headphone.
2)
Hard-copy
device, yaitu alat yang digunakan untuk mencetak tulisan dan image pada media
keras seperti kertas atau film.
Contoh: Printer, Plotter,COM.
3) Drive device atau driver, yaitu alat penggerak
untuk membaca atau merekam data dari atau ke media simpanan luar. Sehingga
drive device biasanya berfungsi ganda sebagai alat input dan alat
output.
Contoh:
Disk drive, Tape Drive.
DAFTAR RUJUKAN
.... 2011. Pengertian Unit Keluaran
(Output Device). [Online]
https://sipitoon.wordpress.com/pengertian-unit-keluaranoutput-device/,
diakses
tanggal 19 Maret 2016.
Vicky, 2010. Pengertian dan Pengenalan Jenis-jenis Printer. [Online]
http://belajar-komputer-mu.com/pengertian-pengenalan-jenis-jenis-printer/, diakses tanggal 19 Maret 2016.
Pratama, Nando Putra. 2014. Ciri-ciri dan Jenis-jenis Printer. [Online]
http://nandoputrapratama.blogspot.co.id/2014/10/ciri-ciri-dan-jenis-jenis-printer.html, diakses
tanggal 19 Maret 2016.






If you're looking to lose weight then you certainly need to jump on this brand new custom keto diet.
BalasHapusTo create this keto diet service, certified nutritionists, fitness couches, and top chefs have joined together to provide keto meal plans that are useful, convenient, price-efficient, and delicious.
Since their grand opening in early 2019, 1000's of clients have already remodeled their body and health with the benefits a proper keto diet can provide.
Speaking of benefits: clicking this link, you'll discover 8 scientifically-tested ones provided by the keto diet.